RADARTASIK.ID – Tekanan deras menghantam Simone Inzaghi di Arab Saudi.
Mantan pelatih Inter Milan itu kini berada di ujung tanduk setelah Al Hilal kehilangan keunggulan besar di puncak klasemen dan justru tertinggal dari rival utama mereka, Al Nassr, klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo.
Media dan publik Saudi tak lagi bersabar. Kritik tajam bahkan menyebut Inzaghi sebagai “permata di tangan penambang batu bara”, sindiran pedas yang menggambarkan kualitas skuad Al Hilal yang dinilai luar biasa, namun tak dimaksimalkan secara optimal.
Situasi yang semula tampak nyaman kini berubah menjadi krisis kepercayaan.
Baca Juga:AS Roma Punya Senjata Rahasia untuk Tumbangkan Juventus di OlimpicoSpalletti Penyebab Osimhen Tak Rayakan Golnya ke Gawang Juventus
Al Hilal sebenarnya sempat memimpin klasemen dengan jarak aman. Namun serangkaian hasil mengecewakan membuat posisi mereka tergeser.
Terlalu banyak hasil imbang menjadi biang kerok. Termasuk hasil seri terbaru melawan Al Taawon, tim yang berkutat di zona degradasi.
Itu menjadi hasil imbang kelima dalam tujuh laga terakhir liga—sebuah catatan yang membuka jalan bagi kebangkitan Al Nassr.
Dalam periode yang sama, Al Nassr tampil sempurna dengan menyapu bersih kemenangan.
Ronaldo dan kolega mampu memangkas defisit poin yang sebelumnya tampak mustahil dikejar.
Kini, mereka menempati urutan kedua dalam klasemen dan bahkan unggul tiga poin atas Al Hilal.
Lebih menyakitkan lagi, Al Hilal juga disalip Al Ahli yang unggul satu angka, membuat tim asuhan Inzaghi terlempar ke posisi ketiga dengan 11 pertandingan tersisa.
Tekanan terhadap Inzaghi semakin besar karena ekspektasi tinggi publik.
Baca Juga:Inter Tak Lagi Menakutkan di Liga Champions, Oaktree Diminta Beli Pemain BintangMedia Italia: Inter Akan Lepas Tujuh Pemain Musim Depan
Kedatangan nama besar seperti Karim Benzema pada bursa transfer Januari seharusnya memperkuat dominasi tim.
Namun, gaya permainan yang dinilai terlalu spekulatif dan kurang agresif justru menuai kecaman.
Para komentator Saudi menyoroti rekam jejak Inzaghi saat melatih Inter, di mana ia hanya meraih satu Scudetto dalam empat musim meski memiliki skuad kompetitif.
Sorotan juga tertuju pada kontrak fantastis sang pelatih. Inzaghi menerima bayaran sekitar €26 juta bersih per tahun atau setara Rp442 miliar (kurs €1 = Rp17.000).
Kontrak tersebut berlaku hingga Juni 2027 dengan opsi perpanjangan satu musim.
