TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Peresmian Asrama Polisi (Aspol) Bojong di Kota Tasikmalaya, Kamis (26/2/2026) sore berlangsung penuh pesan moral.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan menegaskan bahwa bangunan megah itu bukan hadiah pribadi aparat, melainkan hasil kepercayaan dan “patungan tak langsung” dari masyarakat melalui pajak.
“Ini bukan uang Kapolda. Ini uang masyarakat. Dari gaji, pungutan, kewajiban yang dibayar rakyat. Jadi jangan lupa asal-usulnya,” kata Rudi.
Baca Juga:Empat BPR Dilebur Jadi Satu: OJK Konsolidasikan Perbankan Priangan TimurPencairan Dana BOS dan TPG Telat Lagi: Guru Madrasah Diminta Profesional, Negara Masih Belajar Tepat Waktu
Aspol Bojong terdiri dari 40 unit rumah untuk 40 kepala keluarga, lengkap dengan area parkir, lapangan olahraga, dan ruang hijau.
Rudi menyebut hunian itu sebagai fasilitas yang “sangat-sangat layak”, bahkan ia mengibaratkan rumah sebagai sumber energi personel setelah seharian bertugas.
“Rumah itu tempat recharge. Pulang patroli, pulang jaga keamanan, masuk rumah bisa tidur nyenyak, mandi, kumpul keluarga. Itu sumber tenaga kita,” ujarnya.
Namun, di balik pujian, Kapolda juga menyelipkan peringatan bernada satir. Ia meminta agar asrama tidak diperlakukan seperti kos-kosan yang dibiarkan kusam.
“Ini rumah, bukan kontrakan. Kalau cat kotor dibersihkan. Kalau pintu rusak dibenahi. Jangan ditelantarkan. Kalau tidak dirawat, itu tandanya tidak bersyukur,” katanya.
Rudi bahkan berseloroh, penghuni yang tidak menjaga kebersihan bisa saja “diganti” karena dianggap tak menghargai nikmat yang diberikan.
Ia juga mengingatkan nilai kebersamaan antar penghuni asrama. Menurutnya, Aspol Bojong bukan hanya tempat tinggal, tapi juga komunitas sosial yang harus rukun.
Baca Juga:Pajak Konser di Kota Tasikmalaya Masih Bocor, Disporabudpar Dorong Perwal dan MoU dengan PolisiKota Tasikmalaya dan Drama P1: Wali Kota Bantah Pilih Kasih, Publik Masih Hitung Kedekatan
“Silaturahmi, saling sapa. Kalau ada makanan lebih, kasih ke tetangga. Jangan tetangga berisik langsung lempar helm,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa keberadaan Aspol Bojong merupakan wujud kepercayaan masyarakat kepada Polri. Karena itu, balasannya harus berupa pelayanan yang lebih baik kepada warga Kota Tasikmalaya.
“Masyarakat sudah berkorban buat kita. Maka ayo layani masyarakat Kota Tasik dari pagi sampai pagi lagi. Kita jaga kota ini bareng-bareng,” ujarnya.
Rudi juga mengaitkan peresmian asrama dengan kesiapan Polri menghadapi arus mudik.
