Sejumlah Dinas Absen Musrenbang Sektoral Kota Tasikmalaya, Diky Candra: Bukan Marah, Tapi Malu Sendiri

sejumlah dinas absen musrenbang sektoral Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra saat diwawancara usai menghadiri Musrenbang Sektoral DPPKBP3A di Gedung Galih Pawestri, Rabu (25/2/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) di Gedung Galih Pawestri, Rabu (25/2/2026), berlangsung tertib.

Namun ada satu yang terasa ganjil: kursi beberapa dinas tampak lebih rajin kosong daripada terisi.

Jangankan kepala dinas, perwakilan pun tak terlihat. Padahal forum Musrenbang bukan ajang silaturahmi biasa, melainkan dapur perencanaan pembangunan Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Video Hampers ASN di Kota Tasikmalaya Diklaim Tahun Lalu, Bapelitbangda: Bukan Pesta, Tapi Tukar KadoSekretariat HMI Cabang Tasikmalaya Sempat Disegel, Kader Geram Hasil Pleno Tak Kunjung Datang 

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra menyayangkan ketidakhadiran sejumlah dinas tersebut.

Ia mengaku tidak ingin marah, meski rasa kecewa sulit ditutup-tutupi.

“Sayang ya tidak hadir. Saya tidak mau marah. Nanti saya dianggap berlebihan seperti minggu-minggu sebelumnya,” ujarnya usai Musrenbang sektoral DPPKBP3A.

Menurut Diky, perencanaan pembangunan menuntut kehadiran dinas secara utuh.

Tanpa itu, Musrenbang berisiko berubah menjadi monolog, bukan dialog lintas perangkat daerah.

Ia juga menyinggung kejadian sebelumnya soal agenda yang tidak sinkron antara pimpinan daerah dan perangkat di bawahnya.

“Supaya warga tidak PHP. Apalagi kalau sudah disampaikan pak wakil akan hadir, tapi tanpa konfirmasi jadwal ke saya atau ajudan,” katanya.

Diky menegaskan perlunya ketegasan agar aparatur sipil negara (ASN) berjalan sesuai koridor aturan.

“Kalau sudah lebih dari tiga kali salah, harus ditindak. Bukan untuk galak-galakan, tapi untuk efek jera dan jadi contoh,” ucapnya.

Baca Juga:Tiga Nama Lolos Jadi Calon Rektor Unsil 2026–2030: Aripin, Asep Suryana, dan Ade RustianaKota Tasikmalaya Jadi Panggung Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-Voting

Dengan gaya filosofis yang khas, Diky mengibaratkan masalah internal seperti penyakit yang harus diobati, bukan disembunyikan.

“Kalau ada borok di hidung kita lalu orang membicarakannya, yang utama itu obati boroknya, bukan menyuruh orang diam,” tegasnya.

Meski sejumlah dinas absen, Musrenbang tetap dilanjutkan sesuai agenda dan tupoksi yang ada.

“Jalani saja apa yang bisa dijalani. Kecewa iya, tapi ya sudahlah. Senyum saja,” pungkasnya.

Musrenbang pun selesai. Namun kursi kosong itu meninggalkan catatan: di forum perencanaan pembangunan, yang paling mencolok kadang bukan suara, melainkan ketidakhadiran. (rezza rizaldi)

0 Komentar