Ia juga menekankan kesejahteraan mahasiswa melalui berbagai skema beasiswa.
Iman Hilman menawarkan jargon “BERIMAN” dengan lima pilar: pendidikan, riset, tata kelola, SDM, serta diplomasi akademik.
Ia menargetkan transformasi digital kampus, green and smart campus, pusat riset tematik, hingga percepatan guru besar dan doktor.
Nana membawa konsep “Silsilah” (sains, inklusif, luhur, inovatif, humanis).
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Jadi Panggung Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-VotingRSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Lebih Baik Disewakan daripada Jadi Museum karena Ventilator
Targetnya, lebih dari 50 persen prodi Unsil unggul, publikasi dan HAKI meningkat, serta lulusan bekerja kurang dari enam bulan.
Acep Zoni Saeful Mubarok menekankan tiga kata kunci: unggul, berakar, berdampak.
Ia ingin kampus fokus pada mutu lulusan, riset terhilirisasi, kewirausahaan kampus, tata kelola melayani, serta internasionalisasi mutu—bukan internasionalisasi slogan.
Ai Sri Kosnayani mengangkat visi Unsil sebagai PTN yang sehat, relevan, berkelanjutan, dan berdampak.
Tantangan yang disorotnya antara lain ketergantungan pada UKT, riset yang belum luas dampaknya, serta belum adanya sekolah vokasi terintegrasi industri.
Asep Suryana Abdurrahmat mengusung nilai kepemimpinan Siliwangi.
Menurutnya, seluruh aktivitas kampus harus berakar pada nilai sili asah, sili asih, sili asuh, dan gotong royong. “Pemimpin Unsil harus jadi cahaya, bukan sekadar pejabat,” katanya.
Aripin memaparkan data: guru besar Unsil baru 2,2 persen, prodi unggul masih 10 dari 38, dan dana riset hanya 2,1 persen dari DIPA.
Baca Juga:Pajak Konser di Kota Tasikmalaya Kerap Lolos dari Pantauan, Begini Kendala BapendaMBG Kembali Masuk Sekolah, Dapur SPPG Pastikan Distribusi Jalan Lagi di SD Condong Kota Tasikmalaya
Ia menargetkan peningkatan prodi unggul menjadi 20, penguatan riset terintegrasi, serta penerapan green campus bernilai ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Tiga Nama Lolos Jadi Calon Rektor
Setelah seluruh bakal calon menyampaikan paparan visi-misi, Senat Unsil melanjutkan sidang tertutup pada sore hari untuk melakukan penyaringan.
Hasilnya, dari tujuh bakal calon, terpilih tiga nama yang lolos menjadi calon rektor Unsil periode 2026–2030, yaitu:
* Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU., ASEAN Eng.
* Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, S.Pd., M.Kes.
* Dr. Ade Rustiana, Drs., M.Si.
Sidang penentuan berlangsung melalui mekanisme musyawarah mufakat dan dilanjutkan voting internal senat.
Dengan ditetapkannya tiga calon rektor tersebut, Unsil tinggal melangkah ke tahapan selanjutnya untuk menentukan satu nama sebagai rektor definitif. Yaitu pada Maret 2026 rencananya akan ada tahapan selanjutnya.
