Artinya, tambahan Rp187 miliar dari kelolosan bisa memperbaiki neraca secara signifikan—terutama setelah musim lalu tersingkir di playoff oleh PSV.
Lebih luas lagi, hasil dua malam ini berpengaruh pada peringkat koefisien UEFA.
Italia saat ini berada di posisi kelima dengan 16.071 poin, tertinggal dari Inggris (21.513), Jerman (17.071), Portugal (16.600), dan Spanyol (16.156).
Baca Juga:Laporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 MiliarMedia Italia Ungkap Daftar Laga AC Milan yang Dirugikan Keputusan Wasit
Jika tiga dari enam wakil Italia tersisa tersingkir, peluang mengejar posisi kedua—yang membuka slot tambahan satu wakil di Liga Champions—praktis pupus.
Bagi Juventus dan Atalanta, kelolosan juga berarti menjaga asa tipis agar Italia bisa mengamankan posisi kelima tambahan di Liga Champions 2026/2027.
Inter memang difavoritkan finis empat besar Serie A, tetapi tanpa poin tambahan dari kompetisi Eropa, jarak dengan negara pesaing akan semakin sulit dikejar.
Babak playoff Liga Champions bukan sekadar soal prestise. Ini adalah pertarungan yang bernilai Rp561 miliar, stabilitas anggaran klub, serta masa depan kuota Italia di panggung elite Eropa.
Di tengah ketatnya persaingan domestik dan tekanan finansial, kemenangan kali ini bisa berarti lebih dari sekadar lolos ke babak 16 besar,
Namun, ia juga bisa menentukan arah ekonomi tiga raksasa Serie A untuk musim depan.
