Laporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 Miliar

Juventus
Ilustrasi Juventus Tangkapan layar X
0 Komentar

RADARTASIK.ID –Kondisi finansial Juventus kembali menjadi sorotan jelang laga hidup mati saat menjamu Galatasaray di leg kedua babak playoff Liga Champion.

Dewan Direksi klub yang dipimpin Gianluca Ferrero resmi menyetujui laporan keuangan konsolidasi setengah tahun untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Hasilnya menunjukkan perbaikan dibanding laporan per 30 Juni 2025, tetapi secara umum masih berada di zona merah.

Baca Juga:Media Italia Ungkap Daftar Laga AC Milan yang Dirugikan Keputusan WasitDiego Simeone Setuju Pindah ke Inter Milan Musim Depan

Pada semester pertama tahun buku 2025/2026, Juventus membukukan kerugian sebesar €2,5 juta atau sekitar Rp42,5 miliar (kurs €1 = Rp17.000).

Angka ini berbanding terbalik dengan periode yang sama musim sebelumnya, ketika Bianconeri mencatat laba €16,9 juta (sekitar Rp287,3 miliar).

Artinya, terjadi penurunan kinerja sebesar €19,4 juta atau setara Rp329,8 miliar.

Penurunan hasil keuangan terutama dipicu merosotnya pendapatan dari pengelolaan hak pemain dan hak siar. Secara total, pendapatan dan laba turun €31 juta (Rp527 miliar).

Rinciannya:

– Pendapatan dari pengelolaan hak siar pemain turun €25,3 juta (Rp430,1 miliar).

– Hak audiovisual dan media merosot €11,9 juta (Rp202,3 miliar), dipengaruhi jumlah laga kandang Serie A yang lebih sedikit (8 pertandingan dibanding 10 pada periode sebelumnya).

– Pendapatan pertandingan juga turun €8,9 juta (Rp151,3 miliar).

Namun, ada kabar positif dari sektor komersial.

Pendapatan sponsor dan iklan naik €15,1 juta (Rp256,7 miliar), terutama berkat implementasi penuh kerja sama dengan Stellantis Europe SpA dan The Detroit Metro Convention and Visitors Bureau.

Baca Juga:Allegri yang Penakut dan Bursa Transfer yang Buruk Buat AC Milan Sulit MenangMedia Italia: Spalletti dan Comolli Terancam Dipecat Jika Juventus Gagal Finis Empat Besar

Di sisi lain, biaya operasional berhasil ditekan €18,3 juta (Rp311,1 miliar).

Beban staf terdaftar turun €10,7 juta (Rp181,9 miliar), sedangkan biaya terkait pengelolaan hak pemain turun €7 juta (Rp119 miliar).

Utang Naik Hampir Rp320 Miliar

Meski biaya ditekan, utang keuangan bersih Juventus justru meningkat.

Per 31 Desember 2025, utang bersih mencapai €298,8 juta atau sekitar Rp5,08 triliun. Angka ini naik €18,6 juta (Rp316,2 miliar) dibanding 30 Juni 2025.

Kenaikan utang dipengaruhi:

– Pengeluaran bersih kampanye transfer sebesar €78,6 juta (Rp1,34 triliun).

– Pembayaran bunga €9,1 juta (Rp154,7 miliar).

– Investasi infrastruktur dan digitalisasi €4,8 juta (Rp81,6 miliar), termasuk peningkatan tribun premium Allianz Stadium dan sistem ERP baru.

0 Komentar