Presiden Prabowo Memilih Empati!

Presiden prabowo
Gambar ilustrasi: AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – MBG (Makan Bergizi Gratis) diprotes. Katanya pemborosan. Katanya tidak tepat sasaran. Katanya negara sedang tidak baik-baik saja untuk urusan “bagi-bagi makan”.

Saya jadi bertanya dalam hati: kita ini sedang mengkritik programnya, atau sedang alergi pada kata gratis?

Padahal niat Presiden RI Prabowo Subianto terlihat jelas. Terlalu jelas, bahkan. Tidak disembunyikan. Tidak dibungkus jargon rumit. Anak-anak harus makan. Titik.

Baca Juga:Koperasi Desa Merah Putih Bakal Gantikan Alfamart-Indomaret?Mahasiswa UMB Manfaatkan Teknologi AIoT untuk Tekan Kematian Ikan Gurame di Wargakerta Tasikmalaya

Kalau mau jujur, MBG itu program paling mudah dipahami di republik ini. Tidak perlu seminar. Tidak perlu slide PowerPoint. Makan ya makan. Memang, ada yang bilang inI penghamburan. Anggarannya besar. Piringnya banyak. Dapurnya panjang.

Tapi mari kita adil sebentar. Kalau soal “hambur”, negeri ini sudah lama khatam.

Kita pernah membangun ibu kota baru di tengah hutan, dengan anggaran yang bikin dahi berkerut, lalu berkata: ini demi masa depan.

MBG setidaknya tidak abstrak. Ia tidak berdiri di udara. Ia masuk ke perut. Yang diprotes sering kali bukan makanannya, tapi ketakutan lama: takut salah kelola, takut bocor, takut jadi proyek.

Ketakutan itu sah. Tapi mencurigai niat sejak awal, itu lain soal. Saya perhatikan Presiden Prabowo saat bicara soal ini. Sorot matanya tidak dingin. Gestur tangannya tidak ragu. Langkah jalannya tidak dibuat-buat.

Ada satu hal yang sulit dipalsukan oleh politisi mana pun: cinta yang terlalu serius pada sebuah negara. Ia tidak sedang menjual mimpi. Ia sedang bicara soal perut kosong. Soal anak sekolah yang belajar sambil menahan lapar. Soal masa depan yang tidak bisa ditunda sampai statistik membaik.

Mungkin MBG belum sempurna. Mungkin pelaksanaannya perlu dikritik. Harus.

Tapi jangan lupa membedakan: mengawasi agar tepat, dan menuduh seolah niatnya salah sejak lahir.

Baca Juga:1 Maret 2026, Scooter Tasikmalaya Club Berbagi Bareng 100 Anak Yatim dan Jompo!Kadis Kesehatan Versus Ventilator!

Di negeri ini, sering kali yang lebih ditakuti bukan korupsi, tapi keberanian negara untuk benar-benar hadir. MBG adalah bentuk kehadiran itu. Kasat mata. Bisa difoto. Bisa dirasakan.

Dan barangkali, itulah yang membuat sebagian orang gelisah. Karena untuk pertama kalinya, anggaran negara tidak berhenti di laporan, tapi berakhir di meja makan.

0 Komentar