Namun, ia mendorong perhatian tidak berhenti pada bonus semata. Dalam kerangka memastikan jaminan hari depan mereka, ia sudah beberapa kali menyampaikan perlunya jaminan asuransi kesehatan maupun kecelakaan.
Pertama, perlu ada jaminan asuransi, baik kesehatan maupun kecelakaan. Atlet itu rentan cedera, dan kalau ditanggung sendiri cukup berat.
Selain itu, ia mengusulkan agar atlet berprestasi mendapat kepastian pekerjaan melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu atau bentuk lain.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Kalau mereka memiliki jaminan hari depan yang lebih baik, atlet ini tidak akan tergoda untuk pindah atau diiming-imingi daerah lain,” tegasnya.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tasikmalaya, Sera Sani Verana, menegaskan apresiasi tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan para atlet NPCI yang telah membawa pulang medali dari ASEAN Para Games 2026. Ini adalah kebanggaan bagi Kabupaten Tasikmalaya,” ucapnya.
Ia mengakui nominal yang diberikan belum besar, namun menjadi wujud keseriusan dan dukungan moral serta kepedulian pemerintah daerah kepada para atlet yang sudah berjuang keras.
“Ke depan tentu kami berharap bisa memberikan penghargaan yang lebih layak,” ucapnya.
Menurut Sera, capaian para atlet tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda dan penyandang disabilitas di Kabupaten Tasikmalaya.
“Perjuangan mereka luar biasa. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras bisa mengantarkan pada prestasi,” tandasnya. (obi)
