PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Masyarakat harus tahu penggunaan obat, terutama bagi penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga asma.
Apoteker RSUD Pandega Pangandaran, Keni Idacahyani, mengingatkan pasien untuk disiplin dan tidak sembarangan dalam mengonsumsi obat.
Menurut Keni, pasien kronis umumnya harus menjalani terapi jangka panjang, sehingga kepatuhan minum obat sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi.
Baca Juga:Cegah Anak Jadi Korban Child Grooming, Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Lakukan Edukasi Area PrivasiOperasional RSUD Dewi Sartika Bisa Jadi Pemborosan, Lebih Bermanfaat Dijadikan Rumah Dinas Wali Kota
“Pasien dengan penyakit kronis tidak boleh menghentikan atau mengganti obat tanpa konsultasi dengan dokter atau apoteker. Penggunaan obat harus sesuai dosis, waktu, dan aturan pakai yang telah ditentukan,” katanya, Kamis (19/2/2026).
Keni menjelaskan, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah pasien berhenti minum obat ketika merasa kondisi tubuhnya sudah membaik. Padahal, pada penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, gejala tidak selalu terasa meski penyakit masih ada.
“Tekanan darah bisa saja terlihat normal karena efek obat. Jika obat dihentikan tanpa pengawasan, tekanan darah dapat kembali naik dan berisiko menyebabkan stroke atau serangan jantung,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa minum obat harus sesuai jadwal, bila perlu menggunakan pengingat seperti alarm atau kotak obat harian untuk membantu menjaga konsistensi waktu minum obat.
Kemudian pasien harus memahami apakah obat diminum sebelum atau sesudah makan, serta apakah harus dihabiskan atau digunakan sesuai kebutuhan.
“Jika lupa minum obat, jangan langsung menggandakan dosis berikutnya tanpa arahan tenaga kesehatan,” ucapnya.
Kemudian beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu, seperti teh, kopi, atau suplemen herbal. “Simpan obat di tempat yang kering, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak,” ucapnya.
Baca Juga:BSI Resmi Berstatus Persero: Tangguh di Layanan Pembiayaan Konsumer dan RitelKesigapan Kapolres Andi Membaca Arah Kota Tasikmalaya!
Ia juga mendorong pasien untuk rutin melakukan kontrol dan berkonsultasi terkait efek samping atau perubahan kondisi kesehatan. Dengan komunikasi yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan, risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan.
“Kami di RSUD Pandega Pangandaran siap memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang benar. Jangan ragu bertanya kepada apoteker saat menerima obat,” ujarnya. (Deni Nurdiansah)
