RADARTASIK.ID – Kekalahan telak Juventus dari Galatasaray di leg pertama play-off Liga Champions UEFA tak hanya memicu kritik dari internal klub, tetapi juga menjadi bahan ejekan di media sosial.
Salah satu yang paling vokal adalah mantan gelandang mereka, Felipe Melo.
Pemain asal Brasil itu terang-terangan merayakan kemenangan Galatasaray 5-2 atas Juventus lewat sejumlah unggahan di Instagram.
Baca Juga:Dua Wakil Italia Tumbang di Babak Playoff Liga Champions, Juventus Paling MeranaDrama di Laga Benfica vs Real Madrid, Mourinho Diusir Usai Minta Wasit Beri Kartu Merah ke Vinicius
Dalam salah satu story-nya, Melo dengan ekspresi ceria menghitung sampai lima menggunakan jarinya—sebuah sindiran langsung terhadap lima gol yang bersarang ke gawang Bianconeri di Istanbul.
Reaksi tersebut sontak viral dan memancing beragam komentar dari publik Italia.
Bukan rahasia lagi bahwa hubungan Felipe Melo dengan Juventus dan sebagian suporternya memang tidak pernah benar-benar membaik sejak ia meninggalkan Turin.
Dalam beberapa kesempatan, ia kerap menunjukkan kedekatannya dengan klub lain, terutama Galatasaray dan Inter.
Beberapa hari sebelum laga panas tersebut, Melo bahkan sempat menyatakan secara terbuka bahwa ia akan mendukung Galatasaray di Eropa dan Inter di Italia.
“Apakah saya bisa memperbaiki hubungan dengan penggemar Juventus? Saya tidak tahu. Saya tahu mereka kecewa dengan unggahan saya tentang Galatasaray setelah hasil imbang sebelumnya,” ujarnya dalam sebuah wawancara.
“Saya akan mendukung Inter dan Galatasaray, ya. Tapi masa lalu tidak bisa dihapus, dan itu membantu kita berkembang. Saya menyesal meninggalkan Juve,” lanjutnya.
Baca Juga:Siapa Noah Klose? Striker Jangkung Anak Miroslav yang Pernah Bawa Lazio Taklukkan AS RomaJovan Kirovski Ungkap Alasan AC Milan Jual Anak Ibrahimovic ke Ajax
Komentar dan aksinya kali ini tentu semakin memperlebar jarak emosional dengan para tifosi Juventus.
Terlebih, kekalahan yang dialami tim asuhan Luciano Spalletti memang tergolong menyakitkan.
Setelah sempat unggul lewat dua gol Teun Koopmeiners di babak pertama, Juventus justru kolaps di paruh kedua pertandingan dan kebobolan lima gol.
Di tengah malam yang kelam itu, Koopmeiners menjadi sedikit titik terang.
Gelandang asal Belanda tersebut tampil efektif dan mencetak dua gol penting. Namun bahkan ia tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
“Kami bermain bagus di babak pertama dan mencetak dua gol penting. Tapi apa yang terjadi di babak kedua tidak bisa diterima. Ketika Anda bermain dengan sepuluh pemain, Anda harus lebih cerdas mengelola pertandingan. Anda tidak boleh kebobolan lima gol,” ujarnya kepada Mediaset.
