PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–RSUD Pandega Pangandaran bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan donor darah di Hall Gedung A Lantai 1, belum lama ini.
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan pelayanan medis.
Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah mengatakan bahwa, kebutuhan darah di rumah sakit bersifat dinamis dan sering kali meningkat sewaktu-waktu, terutama untuk pasien operasi, ibu melahirkan, hingga kasus kegawatdaruratan.
Baca Juga:Cegah Anak Jadi Korban Child Grooming, Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Lakukan Edukasi Area PrivasiOperasional RSUD Dewi Sartika Bisa Jadi Pemborosan, Lebih Bermanfaat Dijadikan Rumah Dinas Wali Kota
“Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu langkah konkret kami untuk membantu memastikan ketersediaan darah tetap aman. Kebutuhan darah tidak bisa ditunda, sehingga kolaborasi dengan PMI sangat penting,” kata Titi belum lama ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan pegawai rumah sakit dan relawan PMI, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin berpartisipasi. Antusiasme pendonor dinilai cukup baik dan menunjukkan tingginya kepedulian sosial warga Pangandaran.
Titi menegaskan, donor darah bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan.
“Setiap kantong darah yang terkumpul sangat berarti bagi pasien. Kami ingin membangun kesadaran bahwa donor darah adalah aksi kemanusiaan yang dampaknya langsung dirasakan,” ujarnya.
Selain untuk menjaga stok, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya donor darah secara berkala. Ia menjelaskan bahwa donor darah yang dilakukan sesuai prosedur medis aman bagi kesehatan dan justru memiliki manfaat tertentu bagi pendonor.
Titi menjelaskan, pihaknya akan terus mendorong kegiatan serupa secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan sistem pelayanan kesehatan di Pangandaran.
“Kami berharap budaya donor darah bisa tumbuh menjadi kebiasaan positif di masyarakat. Dengan begitu, ketika ada pasien yang membutuhkan, kita sudah siap,” pungkasnya.
Baca Juga:BSI Resmi Berstatus Persero: Tangguh di Layanan Pembiayaan Konsumer dan RitelKesigapan Kapolres Andi Membaca Arah Kota Tasikmalaya!
Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, RSUD Pandega dan PMI Pangandaran berkomitmen menjaga rantai kemanusiaan tetap terhubung, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Pangandaran dapat terpenuhi secara optimal. (Deni Nurdiansah)
