Malam Indah Mauro Zijlstra Jalani Debut Bersama Persija Jakarta, Dekati Persib Papan Atas di Klasemen

Malam Indah Mauro Zijlstra Jalani Debut Bersama Persija Jakarta
Malam Indah Mauro Zijlstra Jalani Debut Bersama Persija Jakarta, Dekati Persib Papan Atas di Klasemen. Foto: I League
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Malam di Gianyar itu menyimpan catatan kecil yang kelak bisa membesar bagi striker Persija Mauro Ziljstra.

Di Stadion I Wayan Dipta, ketika Persija Jakarta menundukkan Bali United FC dengan skor tipis 1-0, sebuah halaman baru dibuka bagi penyerang anyar Macan Kemayoran, Mauro Zijlstra.

Laga pekan ke-21 BRI Super League musim 2025/26 itu menjadi panggung debutnya—sunyi, singkat, namun bermakna.

Baca Juga:Preview Persib vs Ratchaburi FC: Bojan Hodak Siapkan Kejutan di Hadapan Bobotoh  Ikhtiar Bojan Hodak Bawa Persib Lolos ke 8 Besar ACL Two, Bidik Kemenangan dari Ratchaburi FC

Masuk pada menit ke-74 menggantikan Gustavo Almeida, Mauro hanya menapaki lapangan selama lebih dari seperempat jam.

Namun bagi dirinya, waktu yang singkat itu telah cukup untuk menanamkan rasa bangga.

Ia menilai debut tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan: mengenakan seragam Persija untuk pertama kalinya, ikut menjaga keunggulan, dan pulang dengan tiga poin.

“Senang bisa melakukan debut saya untuk klub yang indah ini dan mengamankan tiga poin,” ungkap Mauro Zijlstra.

Bagi seorang pemain yang baru tiba, kemenangan adalah bahasa paling awal untuk merasa diterima.

Mauro Ziljstra juga memandang laga pertamanya melawan Bali United sebagai pengantar yang baik.

Ia merasakan perbedaan yang cukup jelas antara sepak bola Indonesia dan kompetisi yang sebelumnya ia jalani di Belanda.

Baca Juga:Kisah Manis Joel Vinicius di Arema FC, Cetak 2 Gol ke Gawang Semen Padang dalam Laga PentingArema FC Petik 3 Poin di Kanjuruhan dari Semen Padang, Perubahan Taktik Marcos Santos Jadi Kunci Kemenangan 

Menurutnya, tempo permainan di Indonesia menuntut lebih banyak kerja fisik—lari yang panjang dan intensitas yang tak memberi banyak jeda—sebuah tantangan yang harus ia pelajari dari menit ke menit.

Dari bangku pelatih, pandangan yang lebih dingin disampaikan Ricky Nelson.

Asisten pelatih Persija itu menilai debut sang striker belum bisa disebut istimewa.

Ia melihat Mauro masih berada pada tahap awal adaptasi, masih mencari irama permainan dan pemahaman dengan rekan-rekannya.

Menurutnya, kondisi itu wajar bagi pemain yang baru mencicipi pertandingan pertamanya.

Catatan waktu memang belum sepenuhnya berpihak. Mauro baru resmi diperkenalkan sebagai pemain Persija pada 5 Februari lalu.

Pada laga sebelumnya, saat Persija takluk 0-2 dari Arema FC di kandang sendiri, namanya masih disimpan oleh pelatih kepala Mauricio Souza.

Debut di Gianyar pun menjadi langkah awal dari proses panjang yang masih harus ditempuh.

0 Komentar