Kiper Persebaya Minta Maaf kepada Bonek Usai Kekalahan Menyakitkan di Stadion GBT

Kiper Persebaya Minta Maaf kepada Bonek Usai Kekalahan Menyakitkan di Stadion GBT
Kiper Persebaya Minta Maaf kepada Bonek Usai Kekalahan Menyakitkan di Stadion GBT. Foto: I League
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Kekalahan selalu terasa lebih sunyi ketika ia datang di rumah sendiri. Di Stadion Gelora Bung Tomo atau GBT, Sabtu malam 14 Februari itu, ribuan suara yang biasanya bergelora justru pulang dengan langkah berat.

Persebaya dipaksa menelan kenyataan: takluk 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/26.

Angka di papan skor memang sederhana. Namun bagi Bajol Ijo, ia lebih dari sekadar statistik.

Baca Juga:Persib Menghidupkan Mesin Harapan, Federico Barba Yakin Bisa Mengejar Keteringgalan 3-0 dari Ratchaburi FC Jelang Persib vs Ratchaburi FC, Ini Pesan Penting H Umuh Muchtar untuk Skuad Bojan Hodak

Ia adalah rasa getir yang menggantung di udara stadion, juga yang tergambar jelas di wajah penjaga gawang Andhika Ramadhani.

Kiper Persebaya minta maaf kepada Bonek usai kekalahan menyakitkan di Stadion GBT.

Malam itu, Andhika dipercaya berdiri sejak menit pertama, menggantikan Ernando Ari yang masih dibekap cedera.

Kesempatan jarang datang dua kali dalam satu musim. Itu baru laga keduanya.

Harapannya sederhana: menjadikannya panggung pembuktian.

Namun sepak bola sering kali memilih skenario lain. Dua kali ia harus memungut bola dari dalam gawang—dua momen yang mengubah optimisme menjadi tekanan.

Seusai laga, dengan raut yang tak lagi setegas ketika berdiri di bawah mistar, Andhika menyampaikan permohonan maaf.

Ia menyebut dirinya mewakili seluruh pemain dan mengakui tim belum mampu memberi hasil maksimal.

Baca Juga:Kabar Baik Jelang Persib vs Ratchaburi FC, Beckham Putra Sudah Bisa Diturunkan LagiPersibday Festival Terasa Lebih Istimewa, Bos Persib Bersama Para Legenda Hadir Kompak

Dukungan yang tak pernah surut dari Bonek dan Bonita, menurutnya, sangat berarti.

Justru karena itulah kekecewaan terasa makin dalam—hasil yang didapat belum sepadan dengan kesetiaan yang ditunjukkan.

Namun ia tak ingin kekalahan itu menjadi luka yang dibiarkan menganga.

Dalam pandangannya, malam pahit tersebut harus berubah menjadi ruang belajar.

Ia menegaskan bahwa tim perlu bergerak cepat, memperbaiki kesalahan, dan memastikan penampilan berikutnya lebih kokoh.

Janji untuk bangkit disampaikannya bukan dengan nada tinggi, melainkan dengan kesadaran bahwa kepercayaan suporter hanya bisa dibayar lewat kerja keras di lapangan.

Surabaya malam itu mungkin redup. Tetapi di kota ini, dukungan tidak mudah padam.

Kekalahan bisa singgah, tetapi tekad Persebaya Surbaya untuk berdiri kembali selalu menemukan jalannya.

“Ini pelajaran penting buat kami. Kami harus belajar cepat, memperbaiki kesalahan, dan memastikan di pertandingan berikutnya tampil lebih kuat,” ujarnya.

0 Komentar