TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kota Tasikmalaya kembali membuktikan reputasinya sebagai kota santri, bukan sekadar label di baliho.
Momentum munggahan yang digelar Makodim 0612/Tasikmalaya di Jalan Otto Iskandar Dinata, Jumat (13/2/2026), berubah menjadi panggung silaturahmi antara TNI, ulama, dan masyarakat—lengkap dengan santunan yatim dan paket sembako, bukan hanya deretan kursi dan sambutan panjang.
Menjelang Ramadan, acara munggahan dan silaturahmi akbar ini menggandeng alim ulama, tokoh agama, masyarakat, hingga insan pers.
Baca Juga:Tiga Hari Pemeriksaan PKB, Kota Tasikmalaya Himpun Lebih dari Rp203 Juta: Wujudkan Budaya Taat PajakSekolah Berdiri, Jalanya Masih Menggantung: Akses SMAN 11 Kota Tasikmalaya Ujian Negara Hadir
Tidak berhenti pada simbolik, kegiatan Jumat Berkah turut menyalurkan ratusan paket sembako bagi anak yatim piatu dan penyandang disabilitas, hasil kolaborasi dengan Gandara Grup.
Bagi Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, momen ini bukan sekadar agenda protokoler awal jabatan.
Ia mengaku penugasannya di Kota Tasikmalaya adalah jawaban doa saat beribadah umrah.
“Saya pernah berdoa di depan Baitullah agar kelak bertugas di wilayah yang banyak ulamanya. Alhamdulillah, doa itu dijawab dengan penempatan di Tasikmalaya, gudangnya ulama dan Kota Santri,” ujar Letkol Imvan.
Ia mengakui sempat merinding ketika menyadari kuatnya akar religius masyarakat Tasikmalaya.
Karena itu, silaturahmi dengan ulama dijadikan prioritas utama di bulan pertama masa jabatannya.
Sebuah langkah yang lebih substansial ketimbang sekadar foto bersama dan spanduk ucapan selamat datang.
Baca Juga:Mandiri Tanpa APBD! Petani Milenial di Kawalu Kota Tasikmalaya Jadi Magnet Sekolah dan Calon Petani JepangSebulan Menjabat, Kapolres Ungkap 15 Kasus Curanmor dan Belasan Kasus Narkoba di Kota Tasikmalaya
Dalam sambutannya, Letkol Imvan menyampaikan filosofi sederhana tapi menohok: sinergi antara TNI, ulama, dan masyarakat harus seperti dua tangan.
“Kalau satu tangan gatal, tangan yang lain otomatis menggaruk. Jangan seperti telinga, dekat tapi tidak pernah saling membantu,” katanya.
Pesan ini disambut positif Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi. Ia menegaskan ulama siap mendukung langkah Kodim selama berpihak pada kemaslahatan umat dan kondusivitas daerah.
“Semoga Kodim menjadi sumber keberkahan. Kami siap bersinergi demi Tasikmalaya yang damai dan maju,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari sektor swasta. Presiden Gandara Grup sekaligus tokoh masyarakat, H. Cahya Gandara, menilai pendekatan kultural dengan merangkul ulama adalah langkah strategis di Kota Tasikmalaya.
