Mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen Unsil Gelar Aksi Bela Negara Berbasis Policy Brief di Puskesmas Sambongpari

UNSIL
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Siliwangi (UNSIL) menggelar pengabdian akademik di UPTD Puskesmas Sambongpari, Kota Tasikmalaya, Senin (9/2/2026). (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Siliwangi (UNSIL) Angkatan 2025 melaksanakan Aksi Pendidikan Bela Negara Tahun 2026 melalui kegiatan pengabdian akademik di UPTD Puskesmas Sambongpari, Kota Tasikmalaya, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata kalangan akademisi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus implementasi pendidikan bela negara melalui pendekatan keilmuan dan kebijakan publik.

Aksi tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H. Asep Goparullah, M.Pd, yang juga tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana UNSIL. Ia hadir didampingi Kepala UPTD Puskesmas Sambongpari, Bdn. Hj. Enung Rohimah, S.ST.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Asep menegaskan bahwa makna bela negara tidak hanya sebatas pertahanan fisik atau militer, melainkan juga dapat diwujudkan melalui pengabdian di sektor sosial dan pelayanan publik, termasuk kesehatan.

Menurutnya, mahasiswa doktoral memiliki posisi strategis dalam menjembatani ilmu manajemen, kebijakan publik, dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Aksi ini merupakan bentuk bela negara melalui pengabdian berbasis ilmu pengetahuan. Mahasiswa doktor diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif serta berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Sambongpari, Enung Rohimah, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan fasilitas layanan kesehatan.

Ia menilai sinergi tersebut penting untuk memperkuat sistem pelayanan primer, sekaligus membangun budaya keselamatan pasien.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan akademik seperti ini. Masukan berbasis riset sangat dibutuhkan untuk memperbaiki mutu layanan di puskesmas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Nisa Noor Wahid, SE., MM, mahasiswa doktoral Ilmu Manajemen sekaligus narasumber utama, memaparkan hasil aksi nyata berupa penyusunan policy brief yang berfokus pada keselamatan pasien sebagai fondasi peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya

Policy brief tersebut memuat sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pembentukan tim keselamatan pasien yang aktif dan berkelanjutan, pelatihan rutin bagi tenaga kesehatan, audit keselamatan pasien secara berkala, serta penerapan budaya tidak menyalahkan (no blame culture) dalam penanganan insiden pelayanan.

0 Komentar