Ratusan Warga Pangandaran Diduga Jadi Korban Penipuan Aplikasi MBA

Penipuan investasi aplikasi MBA Pangandaran
Ratusan warga yang mengaku tertipu aplikasi MBA mengantre pendataan Polres Pangandaran, Senin (9/2/2026).
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID—Kasus dugaan penipuan lewat aplikasi MBG muncul di Pangandaran. Korbannya ratusan warga dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Para korban yang merasa tertipu oleh janji investasi pada aplikasi MBA mengaku tidak bisa menarik uang yang dijanjikan. Mereka pun mendatangi sebuah ruko di jalan Raya Pangandaran-Cijulang Kecamatan Parigi, yang dijadikan kantor oleh Manajemen MBA, sekitar pukul 10:00 WIB.

Namun kantor tersebut ternyata sudah kosong dan terkunci, tidak ada orang atau aktifitas apapun disana. Namun warga tetap berdatangan, jumlahnya puluhan sampai ratusan orang.

Baca Juga:Cegah Anak Jadi Korban Child Grooming, Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Lakukan Edukasi Area PrivasiOperasional RSUD Dewi Sartika Bisa Jadi Pemborosan, Lebih Bermanfaat Dijadikan Rumah Dinas Wali Kota

Beberapa saat kemudian, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari bersama jajaranya, turun langsung ke lokasi kejadian. Mereka pun langsung mendata para terduga korban.

Salah seorang terduga korban Dede Kusmawan mengatakan, dirinya bergabung menjadi anggota MBA pada Desember 2025 lalu. Selama dua bulan lebih, semua anggota digiring untuk melakukan deposit. “Pada akhirnya, uang yang ada di aplikasi tidak bisa dicairkan, harusnya dicairkan pagi ini sekitar jam 10:00 WIB,” jelasnya.

Menurut Dede, anggota MBA di Kabupaten Pangandaran kemungkinan mencapai ribuan. Dia sendiri punya anak buah sampai 84 orang.

“Ada Rp 100 juta lebih lah uang di dalam aplikasi itu, karena deposit saya dan kebawah saya itu beda-beda, ada yang Rp 13 juta, Rp 14 juta. Untuk besaran pencairan itu tergantung (besaran) di saldo di akun itu,” jelasnya.

Nominal pencairan nya berbeda-beda, kata dia, dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 100 juta.”Sebelum-sebelumnya memang bisa ditarik,” katanya.

Ia mengaku tertarik bergabung menjadi member MBA, karena cara kerjanya yang gampang, namun dapat cuan yang lumayan.”Intinya semua member ingin meningkatkan perekonomian,” ucapnya.

Sepengetahuan dia, MBA ini merupakan aplikasi periklanan, setiap member mengharuskan untuk mengklik foto hotel dan mengirim konfirmasi.”Jadi disitu ada tugasnya, nanti kalau sudah selesai akan dikasih upah,” jelasnya.

Baca Juga:BSI Resmi Berstatus Persero: Tangguh di Layanan Pembiayaan Konsumer dan RitelKesigapan Kapolres Andi Membaca Arah Kota Tasikmalaya!

Dia mengatakan, anggota MBA ini dari berbagai kalangan mulai anggota dewan, kepolisian, guru dan lain-lain.”Di sana (aplikasi) memang ada jabatan, yang paling kecil disebut asisten magang, paling tinggi saya lupa istilahnya,” ujarnya.

0 Komentar