Kota Tasikmalaya yang Menunggu Wali Kotanya!

wali kota tasikmalaya tidak terlihat selama sepekan
Sekda Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah bersama pimpinan OPD hujan-hujanan menerima asprasi massa aksi, Senin (9/2/2026) sore. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sudah hampir sepekan ini Kota Tasikmalaya terasa seperti berjalan tanpa bayangan pemimpinnya.

Nama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, tetap disebut. Tapi orangnya tidak terlihat.

Biasanya, dalam berbagai kegiatan penting rapat koordinasi, audiensi warga, hingga agenda seremonial—Viman selalu ada. Kalau pun tidak, setidaknya jejaknya terasa. Kini tidak.

Baca Juga:Satu Ventilator yang Membuat RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tertutup bagi BPJSRibuan Pengendara Motor di Kota Tasikmalaya Masih Bandel, Sepekan Operasi Keselamatan Lodaya

Dalam sepekan terakhir, hampir semua kegiatan pemerintahan diwakilkan. Kadang oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra. Kadang oleh Sekretaris Daerah Asep Goparullah, Kadang oleh kepala dinas. Pemerintahan tetap berjalan. Secara administratif, iya. Tapi secara psikologis, kota ini sedang bertanya-tanya.

Padahal, Kota Tasikmalaya sedang ramai. Aksi unjuk rasa datang silih berganti. Audiensi warga berlangsung hampir setiap hari. Banyak suara ingin didengar. Banyak kepentingan menunggu keputusan. Kota ini sedang butuh koordinasi, butuh arah, butuh sikap.

Di saat seperti itulah biasanya pemimpin tampil. Minimal muncul. Lebih baik lagi bicara. Tapi kali ini, Wali Kota menghilang.

Tidak ada pernyataan resmi. Tidak ada penjelasan terbuka. Bahkan sekadar unggahan singkat pun tidak.

Akun media sosial pribadi Wali Kota yang biasanya cukup aktif kini terasa sunyi. Sudah sekitar satu minggu. Tidak ada foto. Tidak ada caption. Tidak ada tanda aktivitas. Sepi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Wali Kota tengah sakit. Ia disebut sedang menjalani bed rest. Sakit apa? Tidak ada yang tahu pasti. Tidak ada penjelasan detail. Tidak juga bantahan.

Publik hanya bisa menduga. Dalam politik dan pemerintahan, ketidakhadiran sering kali lebih keras suaranya dibanding kehadiran. Apalagi ketika kota sedang gaduh.

Baca Juga:Dari Aduan Publik ke Meja Inspektorat: ASN Kota Tasikmalaya Diingatkan Kembali Jadi Pelayan, Bukan TuanPers, Polisi, dan Kamera yang Tak Pernah Tidur

Bukan soal siapa yang mewakili. Wakil Wali Kota, Sekda, dan para kepala dinas tentu bekerja sesuai tupoksinya. Tapi ada hal-hal yang tidak bisa diwakilkan: kehadiran simbolik, empati langsung, dan keberanian mengambil keputusan di saat genting.

Masyarakat Kota Tasikmalaya tidak sedang menuntut pemimpin yang kebal sakit. Mereka hanya ingin tahu: apa yang sebenarnya terjadi.

Di saat wali kota tidak terlihat, hujan justru turun deras di kawasan Bale Kota Tasikmalaya, Senin (9/2/2026). Namun hujan tidak menyurutkan langkah massa Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP). Mereka datang membawa satu pesan: evaluasi.

0 Komentar