Kampung Sosial Tanpa APBD Hadir di Kota Tasikmalaya, Kang Sule dan Paras Lur Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

Kampung Sosial tanpa APBD di Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diki Candra menyerahkan disela peresmian Kampung Sosial di Kantor Kelurahan Tuguraja, Selasa (10/2/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID

Program Kampung Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat resmi digelar di Kantor Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Selasa (10/2/2026).

Kota Tasikmalaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program sosial 2026 yang digerakkan tanpa sokongan APBD, namun sarat kolaborasi lintas instansi dan mitra swasta.

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Budi Rachman, menyebut Kampung Sosial lahir dari hasil komunikasi dan koordinasi antara Pemkot Tasikmalaya dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:Satu Ventilator yang Membuat RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tertutup bagi BPJSRibuan Pengendara Motor di Kota Tasikmalaya Masih Bandel, Sepekan Operasi Keselamatan Lodaya

“Ini kegiatan tanpa anggaran APBD Kota Tasikmalaya. Tapi alhamdulillah kami dibantu banyak pihak, dari bagian umum Sekda, Sekwan, OPD, hingga Bank BJB,” ujar Budi.

Ia menegaskan Kampung Sosial dirancang sebagai langkah awal menyelesaikan persoalan sosial di Kota Tasikmalaya melalui pemberdayaan masyarakat.

Mulai dari pelatihan ekonomi, edukasi kebencanaan, hingga aksi nyata berupa pembersihan solokan lewat program “jalan-jalan sosial”.

“Orientasinya pemberdayaan. Kalau masyarakat kuat, keluarganya mandiri, maka kesejahteraan dan kebahagiaan ikut naik,” katanya.

Budi juga mengungkapkan rencana jangka panjang berupa pembentukan “Puskesmas Sosial” di setiap kelurahan.

Konsepnya mirip Puskesmas kesehatan, namun fokus menangani masalah sosial warga secara cepat dan terstruktur.

“Kalau Puskesmas menyelesaikan urusan kesehatan, Puskesmas Sosial menyelesaikan persoalan sosial masyarakat,” terangnya.

Baca Juga:Dari Aduan Publik ke Meja Inspektorat: ASN Kota Tasikmalaya Diingatkan Kembali Jadi Pelayan, Bukan TuanPers, Polisi, dan Kamera yang Tak Pernah Tidur

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diki Candra, menilai program Kampung Sosial sebagai contoh kerja senyap tapi berdampak.

Menurutnya, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bergerak dengan semangat “berbuat banyak tanpa banyak bicara”.

“Ini bukan pamer kebaikan. Ini supaya menular. Supaya yang lain ikut bergerak. Mari berbagi sebelum kita mati,” tutur Diki dengan nada satir.

Ia menekankan pentingnya publikasi agar masyarakat mengetahui bahwa bantuan sosial bisa lahir dari gotong royong, bukan hanya dari APBD.

Program ini melibatkan banyak pihak, mulai dari OJK, BJB, hingga komunitas sosial.

Di Kota Tasikmalaya, intervensi sosial diwujudkan lewat berbagai program unik: Kang Sule (Kangkung dan Subsidi Lele), Paras Lur (pembiakan ayam ras petelur), hingga program cabai dan tomat di tingkat kecamatan.

0 Komentar