“Babak pertama sangat luar biasa, tetapi berkali-kali kami kurang tenang di sepertiga akhir. Kami harus lebih tenang untuk mengambil keputusan yang tepat,” ujar Guardiola.
“Di kotak penalti, Anda harus minum kopi. Baik sebagai bek maupun penyerang. Kami selalu datang satu meter terlalu cepat atau terlalu lambat,” lanjutnya.
Di tengah situasi tersebut, Bernardo Silva menjadi sosok pembeda. Guardiola tak ragu menyebut kaptennya itu sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ia latih.
Baca Juga:Jurnalis Italia: AS Roma Lebih Berpotensi Terjerat Utang Dibandingkan Inter dan JuventusGaji Kenan Yildiz Naik 4 Kali Lipat Usai Perpanjangan Kontrak dengan Juventus
Selain mencetak gol penyama kedudukan, Silva juga berperan besar dalam proses terjadinya penalti penentu kemenangan.
“Dipimpin oleh kapten kami yang luar biasa, Bernardo, kami mengikutinya. Saya juga mengikutinya,” kata Guardiola.
“Ketika seorang pemain selalu mengutamakan tim dan memberi contoh dengan tindakannya, semua orang akan mengikuti,” paparnya.
Laga sempat diwarnai ketegangan di menit-menit akhir ketika Szoboszlai diusir keluar lapangan pada menit ke-100 usai tinjauan VAR yang kontroversial.
Gol Liverpool dianulir, dan tuan rumah harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
Bagi Manchester City, tiga poin dari Anfield sangat berharga. Dengan 13 pertandingan tersisa, Guardiola menegaskan bahwa perburuan gelar masih panjang.
Ia juga menyinggung padatnya jadwal dengan final Piala Carabao dan laga Liga Champions yang sudah menanti.
Baca Juga:Leverkusen Incar Bintang Primavera Juventus, Inter Butuh Sihir Marotta untuk Datangkan MuharemovicAC Milan Bikin Inter Ketar-ketir: Punya Sejarah Raih Scudetto jika Raih 50 Poin dari 23 Laga
“Masih banyak pertandingan dan setiap tim bermain untuk sesuatu,” kata Guardiola.
“Yang penting adalah terus hadir, berkembang, dan belajar. Tim ini masih muda, dan kami bisa menjadi lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
