TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ketika tempat wisata mulai lebih akrab dengan plastik ketimbang wisatawan, polisi pun ikut turun tangan.
Polres Tasikmalaya Kota menggelar olahraga bersama sekaligus aksi bersih-bersih di kawasan Situ Gede, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto dan diikuti jajaran pejabat utama serta personel Polres.
Baca Juga:Harlah NU ke-100 di Kota Tasikmalaya Fokus Penguatan Ukhuwah dan Regenerasi KaderInstruksi Presiden Turun, Aksi Bersih Situ Gede Digeber Forkopimda Kota Tasikmalaya
Namun yang paling mencolok bukan barisan seragamnya, melainkan tumpukan sampah yang berhasil dikumpulkan dari area wisata andalan Kota Tasikmalaya itu.
Situ Gede, yang selama ini dipromosikan sebagai wajah pariwisata kota, kembali menunjukkan sisi lain: ruang publik yang mulai kelelahan menampung sisa aktivitas manusia.
Olahraga bersama menjadi pembuka kegiatan. Setelah itu, personel polisi menyebar memunguti sampah di sekitar danau, jalur pejalan kaki, hingga area taman.
Plastik, botol bekas, dan sisa makanan menjadi temuan rutin yang seolah sudah menjadi “ornamen tak resmi” Situ Gede.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menegaskan kegiatan ini bukan sekadar soal kebugaran fisik, melainkan pesan sosial.
“Kami ingin memberi contoh bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas kebersihan,” ujarnya.
Menurutnya, aksi tersebut juga menjadi pengingat bahwa keamanan kota bukan hanya soal kriminalitas, tetapi juga soal kenyamanan ruang publik.
Baca Juga:Gerindra Berusia 18 Tahun dan Cara Merayakan Kekuasaan!Diky Candra: Wakil Tak Punya “Tanduk” Untuk Diadu, yang Penting Pemkot Tasikmalaya Kompak
“Kalau tempat wisata kotor, itu juga ancaman bagi ketertiban dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap kesadaran warga Kota Tasikmalaya terhadap kebersihan lingkungan meningkat, terutama di kawasan wisata yang menjadi wajah kota.
Situ Gede, kata dia, seharusnya menjadi ruang rekreasi, bukan museum sampah harian.
Aksi ini sekaligus menyiratkan sindiran halus: ketika polisi ikut memungut sampah, mungkin ada yang perlu bercermin soal kebiasaan membuangnya.
Dengan kegiatan tersebut, Polres Tasikmalaya Kota ingin menunjukkan bahwa menjaga kota bukan hanya lewat patroli dan razia, tetapi juga lewat tangan yang mau menyentuh persoalan paling sederhana—sampah yang sering dianggap remeh, padahal dampaknya panjang. (rezza rizaldi)
