GARUT, RADARTASIK.ID – Mantan Atlet PON tahun 2024 asal Kabupaten Garut Siti Nur Rahayu akhirnya mendapat perhatian. Sebelumnya, atlet olahraga Rugby itu hanya berjuang sendiri bersama keluarga untuk memenuhi biaya kesehatan.
Ketidakadaan BPJS Kesehatan membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan biaya pengobatan, termasuk rencana operasi yang harus segera dilakukan.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut Subhan Rohmansyah menyampaikan, langsung bergerak setelah mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan.
Baca Juga:Lari Mundur Bernama Anggaran di Kota Tasikmalaya!Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)
“Kami mengambil hikmah dari pemberitaan. Sehingga bisa tahu ada atlet yang sakit. Kami langsung mengunjungi. Alhamdulillah kondisi atlet membaik,” ucapnya.
Pihaknya pun berusaha untuk menghibur Siti dan orang tuanya dan juga berkoordinasi dengan cabor rugby, pemerintah daerah, RSU hingga KONI Jabar.
Ia mengatakan, sebelumnya Siti telah menjalani operasi pertama secara gratis melalui fasilitas Lapad Ruhama (Layanan Terpadu Rumah Harapan Masyarakat) milik Pemerintah Kabupaten Garut.
Subhan mengaku, pada operasi pertama, KONI belum mendapatkan informasi mengenai kondisi Siti.
“Saat operasi pertama kami tidak tahu. Setelah kami berkunjung, baru di ketahui informasi bahwa operasi tersebut menggunakan fasilitas Lapad Ruhama,” katanya.
Ia mengungkapkan, untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya memastikan status BPJS Siti kini telah aktif untuk keperluan kontrol, penebusan resep hingga rencana operasi kedua.
Pihaknya pun meminta RSUD untuk memberikan pelayanan prima.
“Jika ada hal yang berkaitan dengan biaya atau lain-lain, saya sampaikan ke RSUD. Insyaallah KONI akan bertanggung jawab,” katanya.
Baca Juga:Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)Pelari Muda MAN 1 Tasikmalaya, Muhammad Yazid Anwar, Borong Medali dan Amankan Tiket Porprov 2026
Per kemarin, kata Subhan, pihaknya bersama dokter dari RSUD melakukan kunjungan ke kediaman Siti.
“Alhamdulillah kondisi Siti semakin membaik dan saat ini sedang dipersiapkan menuju proses operasi terakhir,” tambahnya.
Belajar dari peristiwa ini, KONI Garut berkomitmen memperkuat komunikasi dengan setiap Cabang Olahraga (Cabor) agar kejadian serupa tidak terulang. Subhan menekankan pentingnya koordinasi non-teknis antara atlet, pelatih dan KONI.
Ke depannya, KONI Garut akan lebih masif mengimbau para pelatih dan pengurus cabor untuk segera melapor jika terdapat kendala yang di alami atlet. Mengingat akses komunikasi antarketua cabor sudah tersedia di dalam struktur KONI.
