Musim panas lalu, Modena memboyong Massolin ke Italia dengan investasi sekitar €700 ribu atau setara Rp11,9 miliar.
Awalnya, ia masih dimainkan sebagai striker kedua, namun di bawah arahan pelatih Andrea Sottil, Massolin mengalami transformasi signifikan.
Dijuluki Titisan Adrien Rabiot
Massolin perlahan berubah menjadi gelandang serbabisa yang mampu mengisi berbagai peran di lini tengah.
Baca Juga:Daftar Klub Serie A dengan Penghasilan Terbesar dari Bursa Transfer Musim Dingin: Lazio No.1CEO Sassuolo Tak Setuju Inter Dikenai Sanksi Akibat Lemparan Petasan ke Emil Audero
Dengan tinggi badan lebih dari 190 cm, ia memiliki keunggulan fisik yang mencolok, dipadukan dengan kualitas teknik yang di atas rata-rata.
Postur tubuh, gaya bermain, serta caranya membawa bola membuatnya kerap dibandingkan dengan Adrien Rabiot, perbandingan yang bahkan pernah disampaikan oleh agennya sendiri.
Sejak bergabung dengan Modena, Massolin juga bekerja keras meningkatkan aspek fisik dan taktik.
Ia menambah massa otot untuk beradaptasi dengan kerasnya sepak bola Italia, sekaligus memperdalam pemahaman taktisnya sebagai gelandang modern.
Setelah melewati masa adaptasi, Massolin mulai mendapat peran yang lebih konsisten di tim asuhan Sottil.
Pada musim 2025/26 sejauh ini, ia telah mencatatkan 13 penampilan di Serie B, ditambah satu laga di Coppa Italia.
Kontribusinya terasa penting, termasuk satu gol krusial saat Modena bermain imbang 2-2 di kandang Frosinone, di mana Massolin mencetak gol penentu.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Bursa Transfer AC Milan MengecewakanDitolak Lima Pemain, Inter Disarankan Beli Kembali Anak Legenda dan Permanenkan Manuel Akanji
Bagi Inter, Massolin adalah investasi jangka menengah yang sejalan dengan proyek regenerasi skuad.
Dengan kontrak yang telah diamankan dan jalur pengembangan yang jelas, Nerazzurri berharap sang “titisan Rabiot” ini bisa menjadi bagian penting dari lini tengah Inter di masa depan, sekaligus bukti bahwa Inter tetap agresif membangun kekuatan tanpa harus selalu mengandalkan bintang mahal.
