PANGANDARAN, RADARTASIK.ID—Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyasar ternak masih menjadi ancaman, tidak terkecuali di Pangandaran. Para peternak perlu waspada mengingat penyakit tersebut mulai merebak di daerah lain.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Deni Rakhmat mengatakan bahwa pelaku usaha ternak harus lebih selektif lagi dalam melakukan jual beli hewan ternak, mengingat adanya peningkatan kasus PMK di luar daerah, terutama di Jawa Timur.
“Seperti tahun kemarin, pedagang di kita ada yang transaksi di pasar hewan Manonjaya Tasik, kebetulan disana lagi merebak PMK, kemudian masuk ke wilayah kita, “katanya kepada Radar Selasa (3/1/2026).
Baca Juga:BSI Resmi Berstatus Persero: Tangguh di Layanan Pembiayaan Konsumer dan RitelKesigapan Kapolres Andi Membaca Arah Kota Tasikmalaya!
Pihaknya tidak bisa melarang atau menahan para pengusaha ternak untuk melakukan jual beli di luar daerah. Namun ia meminta untuk lebih selektif dalam memilih hewan ternak yang sehat. “Kalau bisa minta surat keterangan kesehatan hewan dari dinas setempat,” jelasnya.
Kata dia, intensitas jual beli hewan ternak menjelang idul fitri dan idul adha, pihaknya akan terus melakukan pemantauan.”Biasanya, jauh-jauh hari mereka sudah membeli hewan ternak untuk digemukan, nantinya ada karantina, jika ada yang kelihatan sakit, kita akan menganjurkan untuk tidak dijual, lebih baik langsung disembelih aja, “ujarnya.
Awal tahun ini, pihaknya mendapatkan 750 dosis vaksin PMK dari Provinsi Jawa Barat dan akan segera disalurkan kepada kelompok ternak pada awal bulan ini.
“Penyaluranya sudah diatur oleh dokter hewan, disesuaikan dengan jumlah populasi hewan ternak sapi di tiap kecamatan,” katanya.
Seperti diketahui, jumlah populasi hewan ternak sapi di Kabupaten Pangandaran terhitung cukup banyak. Paling banyak di Cimerak dan Cigugur.”Untuk sapi, populasinya di angka 14 ribuan lebih, itu di seluruh Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, para pengusaha ternak sapi diminta untuk bersedia hewan ternaknya untuk divaksin.”Kalaupun sudah divaksin enam bulan lalu, maka vaksinasi kedua itu sebagai booster,” ujarnya.
Deni mengatakan, peternak juga harus melakukan sterilisasi di kandang mereka. Caranya dengan membersihkan dan juga menyemprotkan disinfektan.”Atau dicampur dengan deterjen, supaya bakterinya mati,” ungkapnya.
