Tak hanya Nottingham Forest, tawaran konkret juga datang dari klub Serie A. Lazio dilaporkan mengajukan proposal senilai €28 juta ditambah €2 juta dalam bentuk bonus.
Jika dikonversi dengan kurs €1 = Rp17.000, nilai tersebut setara dengan sekitar Rp476 miliar plus bonus Rp34 miliar, atau total mendekati Rp510 miliar.
Meski angka tersebut cukup signifikan, manajemen Inter tetap memilih menolaknya.
Keputusan ini menegaskan sikap tegas Inter di bawah arahan Chivu. Klub tidak ingin kehilangan pemain yang masih dianggap memiliki peran penting, terlebih di tengah musim.
Baca Juga:Resmi! Foggia Rekrut Adik Kandung Bintang Inter Milan dan Pemain Lulusan Akademi AS RomaMedia Italia: Tottenham Gagalkan Upaya Juventus Rekrut Kolo Muani dari PSG
Menjual Frattesi di Januari berarti harus mencari pengganti dengan kualitas setara dalam waktu singkat, sebuah risiko yang enggan diambil oleh Nerazzurri.
Bagi Frattesi sendiri, situasi ini menjadi ujian mental sekaligus peluang. Kepercayaan langsung dari pelatih bisa menjadi titik balik dalam kariernya di Inter.
Jika mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan dan tampil konsisten, ia berpeluang mengubah statusnya dari pemain rotasi menjadi figur sentral di lini tengah.
Dengan berakhirnya bursa transfer Januari, Frattesi dipastikan tetap bertahan di Giuseppe Meazza setidaknya hingga akhir musim.
Masa depannya mungkin masih akan menjadi bahan spekulasi, tetapi untuk saat ini, pesan Chivu jelas: Davide Frattesi masih dibutuhkan Inter Milan.
