BSI Resmi Berstatus Persero: Tangguh di Layanan Pembiayaan Konsumer dan Ritel

Bank syariah indonesia
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo didampingi Komisaris Utama BSI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP (kanan) dan Dewan Pengawas Syariah BSI Prof Dr KH Hasanudin (kiri) meresmikan penyesuaian nama perseroan menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk pada momen Tasyakuran Milad ke-5, Senin (2/2/2026)
0 Komentar

JAKARTA, RADARTASIK.ID–PT Bank Syariah Indonesia Tbk kini telah resmi bertransformasi menjadi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. Perubahan administratif ini efektif per 23 Januari 2026, menyusul keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir tahun lalu yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (IDX).

Menandai status barunya sebagai BUMN (Persero), BSI menggelar Tasyakuran Milad ke-5 di BSI Tower, Jakarta. Dalam momentum ini, BSI meluncurkan kampanye “Langkah Emas Generasi Emas”. Inisiatif ini merupakan perwujudan strategi BSI sebagai pelopor Bank Emas di Indonesia yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai layanan investasi emas yang aman dan terintegrasi.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa status Persero ini akan meningkatkan kelincahan dan kapasitas bank dalam mendukung kebijakan ekonomi nasional.

Baca Juga:Kesigapan Kapolres Andi Membaca Arah Kota Tasikmalaya!Lari dan Perasaan Publik yang Diabaikan di Kota Tasikmalaya (Part 2)

Amanah ini memperkuat posisi BSI sebagai motor penggerak industri halal dan ekosistem keuangan syariah di Indonesia agar lebih solid dan kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hingga akhir tahun buku 2025, BSI menunjukkan performa yang stabil dengan fokus utama pada pemberdayaan masyarakat luas. Beberapa poin utama kinerja pembiayaan BSI meliputi:

• Dominasi Portofolio: Sebanyak 90% pembiayaan dialokasikan untuk sektor Ritel, Konsumer, serta UMKM.

• Ekosistem Prioritas: Penyaluran menyasar sektor pendidikan, fasilitas kesehatan, serta ekosistem BUMN.

• Inklusi Keuangan: Melalui aplikasi BYOND, BSI berhasil mencatatkan transaksi emas lebih dari 2,1 ton.

• Aksesibilitas: Dengan total nasabah melampaui 23 juta, BSI mendemokratisasi investasi emas sehingga dapat dimulai hanya dengan nominal Rp50.000.

Sebagai bagian dari penguatan aset negara, penyesuaian status BSI diharapkan dapat bersinergi optimal dengan BPI Danantara dalam mengelola investasi strategis di sektor keuangan.

Baca Juga:MK Menegaskan Pers Bukan Objek Pidana Instan!Panggilan untuk Jiwa Petarung di Kota Tasikmalaya! Boxing Van Java Segera Digelar di Dadaha

Di sisi lain, BSI tetap berkomitmen pada tanggung jawab sosial. Selain mendukung program pemerintah seperti rumah subsidi (FLPP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), BSI juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari 210 ton bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera.

Dengan pencapaian ini, BSI yang bermula dari merger tahun 2021 kini mantap berada di jajaran Top 10 Bank di Indonesia dan siap memasuki fase pertumbuhan berikutnya.(rls)

0 Komentar