Emil Audero Dilempar Petasan oleh Fans Inter, Curva Nord Terancam Ditutup

Emil Audero
Momen Emil Audero tergelatak ke tanau usai menjadi korban lemparan petasan dari pendukung Inter Milan Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Faktor yang sedikit meringankan posisi Inter adalah keputusan Audero untuk tetap bermain.

Karena kejadian tersebut tidak mempengaruhi jalannya pertandingan secara signifikan dan tidak memaksa pergantian pemain, hasil akhir laga dipastikan tetap sah.

Pelaku Telah Diidentifikasi

Pelaku pelemparan petasan dilaporkan telah diidentifikasi. Ia disebut bukan anggota inti Curva Nord, melainkan bagian dari klub pendukung.

Baca Juga:Juventus Hajar Parma 4-1, Media Italia Sebut Bremer Bermain seperti StrikerMateta Gagal Tes Medis di London, AC Milan Kirim Dokter ke Paris

Jika kesalahannya terbukti, pelaku terancam ditangkap dan dikenai sanksi pidana, selain hukuman larangan memasuki stadion dalam jangka panjang.

Kecaman dari Tokoh Inter

Lautaro Martinez menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Audero usai pertandingan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Presiden Inter, Giuseppe Marotta, juga mengutuk keras kejadian tersebut.

Ia menyebut aksi itu tidak mencerminkan nilai-nilai olahraga dan menegaskan bahwa seluruh elemen klub merasa malu dan kecewa.

Marotta juga memuji sikap profesional Audero yang tetap menjaga gawangnya hingga akhir laga.

Bek Inter, Alessandro Bastoni, turut menyampaikan mengecewakan, menegaskan bahwa kejadian tersebut pantas dikutuk tanpa kompromi.

Insiden di Cremona ini kembali menjadi alarm keras bagi sepak bola Italia.

Selain mengancam sanksi berat bagi Inter, peristiwa ini juga berpotensi menarik perhatian Kementerian Dalam Negeri Italia, yang sebelumnya telah mempertemukan ketegangan antar suporter Nerazzurri dan Genoa.

Baca Juga:Biasin Bantah Fabregas Hanya Habiskan Duit Bos Djarum: Ide Lebih Penting dari UangJurnalis Italia Kagum dengan Sihir Spalletti di Juventus dan Puji Pelatih AC Milan

Sepak bola kembali diingatkan bahwa keselamatan pemain dan sportivitas harus selalu berada di atas segalanya.

0 Komentar