TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Maraknya pinjaman online, judi online, dan investasi bodong yang menyasar generasi muda mendorong SMK Arrohmah Dadaha menggelar Seminar Pasar Modal bagi guru dan siswa, guna memperkuat literasi keuangan dan kesadaran investasi yang aman, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut menghadirkan Deputi Kepala Bursa Efek Indonesia wilayah Jawa Barat, Sri Herlinawati, serta Rifki Dwi Mahendra dari KJSI Sekuritas.
Seminar ini terselenggara melalui kerja sama SMK Arrohmah Dadaha dengan UKM Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya.
Baca Juga:Hadirkan Snack Viral dan Baju Serba Rp 50 Ribu, Ramayana Tasikmalaya Resmi Dibuka5 Laptop Acer Paling Laris di Acer Official Store
Kepala SMK Arrohmah Dadaha, Robi SPd, menyampaikan bahwa seminar pasar modal digelar sebagai upaya membekali siswa dengan literasi keuangan dan pemahaman investasi, yang dinilai penting dalam menghadapi berbagai risiko keuangan di era digital.
“Pertama, literasi keuangan dan investasi sangat penting agar pelajar dapat mengelola keuangan dengan baik. Kedua, mereka bisa belajar berinvestasi sejak dini. Ketiga, mereka bisa terhindar dari pinjol maupun judol atau investasi bodong,” ujar Robi.
Ia menambahkan, seminar pasar modal memiliki relevansi strategis dengan kompetensi keahlian yang ada di SMK Arrohmah Dadaha, khususnya di bidang keuangan dan perbankan.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman teoritis siswa, tetapi juga menjembatani pembelajaran di kelas dengan praktik nyata di sektor keuangan, sehingga siswa memiliki gambaran utuh mengenai pengelolaan keuangan dan mekanisme investasi yang legal serta bertanggung jawab.
Robi menyebutkan, kegiatan seminar pasar modal mendapat respons positif dari peserta. Para siswa dan guru tampak aktif mengikuti pemaparan materi serta sesi diskusi yang disampaikan narasumber, khususnya mengenai pengenalan pasar modal dan investasi yang legal.
“Peserta sangat antusias karena mendapat ilmu dan pengalaman terkait pasar modal,” tuturnya.
Ke depan, pihak sekolah berencana menindaklanjuti seminar pasar modal ini melalui sejumlah program lanjutan yang berfokus pada penguatan literasi keuangan di lingkungan sekolah.
Baca Juga:Program JKN Menjangkau 282,7 Juta Jiwa, Ratusan Kepala Daerah Terima UHC Awards 2026Sharp Perkuat SDM Masa Depan Lewat Program Pendidikan Vokasi Sharp Class
Melalui seminar pasar modal tersebut, ia berharap siswa tidak hanya memahami konsep dasar pasar modal, tetapi juga memiliki kesadaran finansial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
