Pemkab Garut Kesulitan Cari Lahan untuk Sekolah Rakyat

sekolah rakyat di Garut
Sekolah Rakyat Rintisan di Kabupaten Garut sementara menggunakan gedung BLK. (Agi Sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Sekolah Rakyat Rintisan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Samarang Kabupaten Garut sudah mulai berjalan. Para siswanya sudah mengikuti pembelajaran sejak September 2025.

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis yang diselenggarakan pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, yang berkonsep berasrama (boarding school) dan ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Sekolah Rakyat terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) Sekilah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Antas (SMA).

Baca Juga:Logay, Nama yang Terlalu Banyak Gaya!Wajah Baru Pengurus PAC PDIP Tamansari, Imam Mulyana Isi Kursi Sekretaris

Saat ini, di Sekolah Rakyat Rintisan terdapat 75 siswa. Terdiri dari tiga kelas. Dua kelas untuk SMP dan satu kelas untuk SD.

Rencananya ke depan akan ada Sekolah Rakyat permanen dengan target 1.000 siswa, dan prosesnya masih terus berjalan sampai awal tahun 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengatakan, persiapan Sekolah Rakyat permanen masih terus berjalan meskipun terdapat kendala.

“Ya kita sedang berjalan, cuma jujur kita hari ini masih kekurangan lahan, belum kita miliki saat ini,” ucapnya, Rabu (28/1/2026).

Pihaknya terus mengusahakan ke Pemerintah Pusat untuk memberikan ruang bagaimana Kabupaten Garut bisa memiki tanah yang representatif untuk dibangunkan sekolah rakyat permanen.

Ia menyampaikan, saat ini pihaknya sudah mendapatkan beberapa alternatif lahan yang bisa dijadikan tempat untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Sebenarnya alternatif sudah ada kemarin juga Kemensos sudah di Cisurupan sudah bagus,” katanya.

Baca Juga:Kiai Miftah Fauzi Membaca Ulang Kota Tasikmalaya!Gansa Persada MAN 1 Tasikmalaya Raih Juara 3 Paduan Suara Priangan Timur

Saat ini, kata Nurdin, sudah ada tiga tempat sebagai alternatif untuk pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Garut seperti di daerah Cisurupan, Banyuresmi, dan Samarang.

“Yang Samarang kemarin tidak ada kesesuaian harga sehingga kita tidak bisa mendapatkan itu,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar