Pada akhirnya, kata Harry, pernyataan KDM tentang banjir Jakarta bukan sekadar soal air yang mengalir dari Bogor. Ia adalah cermin tentang bagaimana kekuasaan, retorika, dan ambisi politik bekerja di ruang publik.
“Dan bagi masyarakat yang kritis, satu hal menjadi penting, tidak terpesona oleh kepiawaian berbicara, tetapi menuntut akuntabilitas dan tindakan nyata. Karena banjir tidak selesai dengan kata-kata—sehebat apa pun retorikanya,” tandas Harry. (rls)
