Gelar Rakernas II, Himpunan Pengusaha Persis Teguhkan Tata Kelola Membangun Kemandirian Ekonomi Jamiyah

HIPPI PERSIS
Pengurus Hippi berfoto bersama usai acara. (IST)
0 Komentar

Ia pun mengingatkan agar setiap anggota berlomba-lomba memberi peran dan kontribusi terbaik, bukan larut dalam ego pribadi. Kedewasaan sikap, menurutnya, menjadi kunci agar organisasi bisa melangkah lebih jauh.

“Kita harus berlomba untuk berperan, bukan baperan,” ucapnya, disambut tawa dan tepuk tangan peserta Rakernas.

Saat ini, HIPPI dinilai telah memasuki fase Ta’awun yang lebih konkret. Bukan lagi sebatas jargon, tetapi diwujudkan dalam praktik saling menguatkan dan membantu antaranggota. Kolaborasi menjadi kata kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks.

Baca Juga:Mohamad Zen Husnudzon!Rapor OPD 2025 di Pemerintah Kota Tasikmalaya: Beberapa Dinas Diberi Nilai Kosong oleh Publik!

“Sekarang kita sudah berada pada tahap ta’awun untuk saling membantu,” jelas Cucu.

Ke depan, HIPPI juga tengah menyiapkan konsep Takaful sebagai bentuk solidaritas dan jaminan bersama bagi para pengusaha anggotanya. Skema ini diharapkan menjadi ciri khas sekaligus pembeda HIPPI dibandingkan organisasi pengusaha lainnya.

“Kita sedang otewe Takaful untuk saling menjamin,” ungkapnya.

Rakernas II HIPPI ini turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) Dr. K.H. Jeje Zaenudin, M.Ag, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budi Mahmud Saputra. Kehadiran para tokoh tersebut mempertegas posisi HIPPI sebagai bagian penting dalam ekosistem jamiyah Persis.

Melalui Rakernas ini, HIPPI menegaskan fokus pada penguatan tata kelola organisasi. Sejumlah program strategis disiapkan untuk mendorong profesionalisme dan meningkatkan kredibilitas organisasi.

“Di Rakernas II ini kita sedang menjalankan beberapa program penting,” kata Cucu.

Salah satu agenda utama adalah pengukuhan perangkat tata kelola, mulai dari penyusunan AD/ART, pedoman investasi, hingga pedoman kerja sama internal dan eksternal. Tata kelola ini dirancang agar keanggotaan HIPPI memiliki nilai tambah, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga etika dan kontribusi sosial.

“Pengusaha yang masuk HIPPI harus punya nilai lebih, baik secara etika maupun kontribusi,” pungkasnya.

Baca Juga:Rapor OPD 2025 di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya: Nilai Tinggi di Internal, Nilai Rendah di Mata Publik!Perempuan yang Menjaga Uang Kota Tasikmalaya Itu Pindah ke Ruang Pertimbangan!

Dari Cisayong, HIPPI meneguhkan langkah untuk membangun kemandirian ekonomi jamiyah bukan hanya dengan semangat, tetapi dengan tata kelola yang rapi, nilai yang kuat, dan solidaritas yang nyata. (rls/kim)

0 Komentar