RADARTASIK.ID – Media Italia Calciomercato menyoroti performa Pio Esposito sebagai sosok yang kini menjadi “senjata rahasia” Inter Milan, sesuatu yang diyakini tidak dimiliki rival terdekat mereka, Napoli.
Lewat analisis jurnalis Pasquale Guarro, Calciomercato menyebut bahwa striker berusia 18 tahun itu semakin menunjukkan peran vitalnya di tangan Cristian Chivu.
Gol Esposito ke gawang Lecce, yang menjadi penentu kemenangan Inter pada laga tunda pekan ke-16 di San Siro, langsung mengubah arah duel yang sempat berlangsung buntu.
Baca Juga:Bawa Inter Juara Paruh Musim, Media Italia Sanjung Penampilan Pio EspositoSiapkan Trio Andalan di Lini Tengah, Allegri Minta AC Milan Bermain Lebih Agresif di Kandang Como
Meski hanya gol kedua sang striker muda di Serie A musim ini, namun dampaknya dinilai jauh melampaui statistik.
Menjamu Lecce di kandang, sejak menit awal Inter harus bekerja ekstra keras untuk menemukan ritme permainan.
Energi yang terkuras usai hasil imbang 2-2 melawan Napoli di laga sebelumnya membuat aliran bola tidak serapi biasanya.
Pergerakan tanpa bola minim, tekanan ke lini belakang lawan tidak konsisten, dan kombinasi serangan di sepertiga akhir lapangan gagal menciptakan ancaman berarti.
Gempuran Lecce di lini belakang Inter menjadi alarm bahwa situasi bisa mengarah buruk jika Chivu tidak bereaksi cepat.
Pertandingan yang terlihat stagnan ini memaksa Inter menggali opsi dari bangku cadangan untuk memecah kebuntuan.
Chivu merasa perlu memasukkan pemain yang mampu mengubah tempo, memaksa bek lawan mundur, dan memberikan alternatif serangan selain bola-bola pendek dan dribbling yang boros energi.
Di titik itulah peran seorang Pio Esposito menjadi relevan.
Datang dari bangku cadangan, Esposito langsung menawarkan dimensi berbeda.
Baca Juga:Legenda Inter Bingung dengan Jadwal Padat AC Milan, Fans di Media Sosial: Serie A Jadi Liga MarottaNiclas Fullkrug Cedera, AC Milan Kebut Datangkan Striker Partizan Belgrade
Bukan pemain flamboyan yang mengandalkan trik individu, ia justru memberikan kekuatan fisik, pergerakan agresif, duel udara, dan kemampuan membaca pantulan bola yang membuat pertahanan lawan tidak pernah merasa aman.
Gol ke gawang Lecce memperlihatkan semua atribut itu bekerja maksimal.
Selalu bergerak mencari ruang kosong, Pio menyambar bola muntah tembakan Lautaro Martínez, dan menyelesaikan peluang tanpa ragu.
Sebuah gol yang tampak sederhana tetapi membutuhkan naluri tajam yang tidak bisa diajarkan dalam semalam.
Chivu secara terbuka memuji kontribusinya usai pertandingan.
