Meski demikian, penggunaan teknologi tetap dilakukan secara terarah dan berada dalam pendampingan relawan, terutama bagi anak-anak.
Tak hanya membaca dan bermain, suasana hangat juga tercipta melalui kegiatan-kegiatan sederhana. Anak-anak kerap diajak berinteraksi, diarahkan untuk saling mengenal hingga berbagi susu dan makanan ringan.
Hal kecil tersebut, menurut Agus, menjadi bagian dari upaya menciptakan keriangan agar anak-anak merasa nyaman dan tertarik untuk datang kembali.
Baca Juga:Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina BandungCari Makan Siang Efisien? Cordela Suites Tasikmalaya Hadirkan Express Lunch Rp 68 Ribu
Ia memandang bahwa pendekatan berbasis aksi menjadi bagian penting dalam upaya menumbuhkan minat baca di masyarakat. “Daripada kita berdebat soal minat baca rendah, kita mikirnya apa sih yang harus ditawarkan biar mereka tertarik. Bukan cuma berkeluh kesah, tapi harus solusi,” ujarnya. (Fitriah Widayanti)
