CIAMIS, RADARTASIK.ID – Libur sekolah kerap identik dengan tempat wisata atau pusat perbelanjaan. Namun di Perpustakaan Gada Membaca, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, suasana liburan justru diwarnai aktivitas membaca, bermain, dan berinteraksi lintas usia dalam satu ruang yang sama.
Pembina Komunitas Gada Membaca, Agus Munawar, menyebutkan bahwa selama libur sekolah jumlah kunjungan memang tidak mengalami lonjakan signifikan. Meski demikian, perpustakaan komunitas tersebut tetap menjadi tujuan masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap literasi, mulai dari anak-anak hingga mahasiswa.
Menurutnya, Gada Membaca sejak awal dirancang bukan sekadar sebagai tempat meminjam buku, melainkan sebagai ruang literasi yang memberikan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung.
Baca Juga:Santika Indonesia Hotels & Resorts Jadi Sponsor Satria Muda Pertamina BandungCari Makan Siang Efisien? Cordela Suites Tasikmalaya Hadirkan Express Lunch Rp 68 Ribu
Kenyamanan layanan, keramahan relawan serta sistem pengelolaan yang memudahkan menjadi kunci agar masyarakat merasa betah dan datang kembali.
“Peminjaman itu juga prasyarat penting untuk kemudahan. Jadi pelayanan prima itu dari personal orang yang melayannya dan sistem yang dibangun memberikan kemudahan. Itu akan jadi menyenangkan untuk siapapun,” katanya.
Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konsep literasi yang berpadu dengan aktivitas rekreasi edukatif.
Di Gada Membaca, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga bermain dan bergerak. Mereka bisa menaiki perahu angsa, berolahraga ringan di lapangan pingpong, hingga bermain rubik bersama relawan.
Aktivitas ini tak hanya melatih motorik, tetapi juga membuka ruang interaksi sosial lintas usia. “Di sini kan juga ada motoriknya. Orang bisa naik perahu angsa, khususnya anak-anak. Terus ada lapangan pingpong, itu bisa semua tingkatan, SD, SMP, orang tua, termasuk mahasiswa. Ini kan sambil ngobrol asik-asikan, olahraga pergaulan,” katanya.
Selain aktivitas fisik, ketersediaan koleksi bacaan juga menjadi perhatian utama pengelola. Agus menegaskan bahwa anak-anak merupakan pembaca yang jujur. Jika buku yang tersedia monoton atau tidak menarik, mereka tidak akan datang kembali.
Karena itu, Gada Membaca berupaya menyediakan bacaan yang beragam dan terus diperbarui agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:Tingkatkan Keterampilan Kader Posyandu, Dosen Poltekkes Tasikmalaya Beri Pelatihan Pengukuran Antropometri JNE Dukung Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026 sebagai Mitra Logistik Resmi
Komunitas ini juga memfasilitasi literasi digital. Melalui pojok baca digital, pengunjung dapat mengakses aplikasi iPusnas dengan dukungan jaringan Wi-Fi gratis.
