RADARTASIK.ID – Barcelona kembali menjadi batu sandungan bagi Real Madrid.
Dalam final Piala Super Spanyol yang berlangsung panas di Arab Saudi, Los Blancos tumbang 3-2 setelah duel El Clásico yang dramatis dan diwarnai saling serang hingga detik terakhir.
Kekalahan itu terasa pahit bagi Real Madrid dan pelatih Xabi Alonso, yang menjalani debutnya di ajang tersebut sebagai juru taktik.
Baca Juga:Jurnalis Italia Sanjung Dua Pemain Napoli: McTominay Bakar Akanji, Hojlund Hancurkan Pertahanan InterAS Roma Siapkan Dana Rp170 Miliar untuk Fortini, Di Canio Ramal Bernardo Silva Bisa Mendarat di Serie A
Meski timnya bermain ngotot hingga peluit akhir, Madrid gagal membalikkan keadaan setelah dua kali tertinggal.
“Kekalahan ini menyakitkan. Itu pertandingan yang sangat kompetitif, dengan momen-momen untuk masing-masing tim,” ujar Xabi seusai laga.
“Ada rasa pahit dari peluang terakhir itu, ketika kami begitu dekat menyamakan kedudukan,” lanjutnya menunjukan baagaiman Madrid menekan habis-habisan di menit akhir, namun tidak mampu menuntaskan misi kebangkitan.
Namun, Xabi memilih cepat menutup halaman tersebut dan menganggap Piala Super tak sebanding dengan reputasi besar Madrid.
“Kami harus segera melupakan kekalahan ini. Ini adalah kompetisi yang paling tidak penting bagi kami. Fokus kami sekarang pada tujuan-tujuan berikutnya. Tidak ada alasan,” tegasnya.
Dalam pernyataan yang jujur dan lugas, ia juga tidak lupa mengakui kemenangan lawan “Barcelona pantas mendapat ucapan selamat.”
Berapa Hadia Piala Super?
Edisi kelima Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi kembali menjadi acara yang sarat duel besar dan dipenuhi pemasukan besar bagi peserta.
Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Dua Pemain Inter Berbohong Usai Mengaku Puas dengan Hasil Imbang Lawan NapoliInter Ditahan Imbang Napoli, Sabatini: Duel Pemanasan Perebutan Scudetto antara Chivu dan Conte
Tim juara, Barcelona pulang dengan trofi dan bonus finansial total: €8 juta (sekitar Rp136 miliar) dari €6 juta biaya partisipasi dan €2 juta sebagai haidah juara.
Real Madrid tidak pulang dengan tangan hampa. Los Blancos menerima total €7,4 juta (sekitar Rp125,8 miliar), dihitung dari: €6 juta biaya dasar dan €1,4 juta bonus kemenangan semifinal atas Atlético.
Dua semifinalis lain juga membawa pulang uang besar: Atlético Madrid: €2,85 juta ≈ Rp48,4 miliar dan Athletic Bilbao: €1,7 juta ≈ Rp28,9 miliar.
Federasi Sepak Bola Spanyol sendiri telah menandatangani kontrak penyelenggaraan hingga 2030, tetapi edisi berikutnya disebut tidak bisa digelar di negara yang sama karena bentrok dengan Piala Asia.
