RADARTASIK.ID – Kia kembali memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik global dengan memperkenalkan Kia EV2, mobil listrik kompak terbaru yang pertama kali dipamerkan pada Brussels Motor Show di Belgia.
Model ini dirancang sebagai pilihan kendaraan listrik yang lebih terjangkau, praktis, dan cocok untuk penggunaan harian, khususnya di kawasan perkotaan.
Kehadiran EV2 sekaligus menegaskan komitmen Kia dalam memperluas jajaran mobil listriknya, menyasar segmen yang sebelumnya diisi oleh SUV bensin seperti Toyota Yaris Cross dan Mazda CX-3.
Baca Juga:Syuting di Banyak Negara, Berikut Sinopsis Drama Korea Can This Love Be Translated?Bocoran Episode 7 IDOL I, Kim Jae Yeong Menjauh dari Sooyoung Setelah Rahasia Terungkap
Sebagai SUV listrik kompak, Kia EV2 hadir dengan dimensi yang lebih kecil dibandingkan SUV konvensional di kelasnya.
Mobil ini memiliki panjang 4.060 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.575 mm, serta jarak sumbu roda 2.565 mm.
Ukuran tersebut membuat EV2 ideal untuk mobilitas di perkotaan tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang. Radius putar yang ringkas juga memudahkan pengemudi saat parkir atau bermanuver di jalan sempit.
Kia EV2 ditawarkan dalam dua varian utama, yaitu Standard Range dan Long Range, dengan karakteristik performa yang berbeda.
1. Varian Standard Range
Varian entry-level ini dibekali motor listrik depan bertenaga 100 kW dan baterai berkapasitas 42,2 kWh.
Jarak tempuh yang diklaim mencapai 317 km berdasarkan pengujian WLTP Eropa, cukup untuk kebutuhan harian di dalam kota.
2. Varian Long Range
Untuk konsumen yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh, Kia menyiapkan versi Long Range dengan baterai 61 kWh dan motor listrik depan 108 kW.
Baca Juga:Songlist Indonesian Idol 2026 Babak Eliminasi 2, Usung Tema Best CoverHasil Rating Drakor Akhir Pekan, Pro Bono Akhiri Penanyangan dengan Capaian Tinggi
Varian ini mampu menempuh jarak hingga 448 km WLTP, menjadikannya salah satu SUV listrik kompak dengan efisiensi tinggi di kelasnya.
Kedua varian mendukung pengisian cepat dari 10 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 29–30 menit, menggunakan baterai kimia nikel-mangan-kobalt (NMC).
Kia EV2 dibangun di atas platform E-GMP versi 400 volt, berbeda dengan EV6 dan EV9 yang menggunakan sistem 800 volt.
Mobil ini mengusung penggerak roda depan dan suspensi belakang torsion-beam, yang lebih sederhana dan efisien biaya produksi.
Konfigurasi ini membuat EV2 fokus pada efisiensi, harga yang lebih kompetitif, serta kenyamanan berkendara di lingkungan urban.
Secara visual, Kia EV2 mengadopsi bahasa desain SUV modern Kia. Lampu depan LED vertikal dengan motif “Star Map” menjadi ciri khas, mengingatkan pada Kia Seltos generasi terbaru.
