Gubuk Lapuk Warga Kalipucang Pangandaran Terancam Ambruk, Kades Belum Bisa Bantu

Rumah tidak layak huni pangandaran, kepala desa
Kondisi rumah Khoer, warga Putrapinggan bernama Khoer yang tak kunjung tersentuh bantuan pemerintah, (Minggu 11/1/2026)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Warga Dusun Karangsari Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang bernama Khoer (65), berharap mendapat bantuan Rumah Tak Layak Huni (Rutilahu), yang belum terealisasi hingga saat ini.

Khoer merupakan pekerja serabutan, yang tinggal bersama istrinya bernama Uwar (60). Mereka tinggal disebuah rumah yang non permanen dan sudah tidak layak huni.

Menurut anak tunggal Khoer bernama Sarkim (44), rumah yang sudah berusia belasan tahun itu memang cukup memprihatinkan, selain atap bocor, sebagian bangunan sudah lapuk sehingga rawan ambruk.

Baca Juga:Dua Kursi, Satu Nama dan Logika Sekda Kota Tasikmalaya yang Diuji Rasa Keadilannya!Hadapi Libur Panjang Tahun Baru, Polres Garut Pantau Jalan Rusak

“Dulu dari desa juga sudah ada yang kesini, didata untuk dapat bantuan Rutilahu, tapi sampai sekarang belum ada (bantuan),” katanya kepada Radar Minggu (11/1/2026).

Dirinya yang juga bekerja serabutan tidak mampu untuk membantu membangun kembali rumah kedua orang tuanya. “Ya kalau dapat uang, cukup buat makan,’ jelasnya.

Kedua orang tuanya juga bekerja serabutan itu paling besar hanya mendapatkan Rp 50 ribu. Itupun tidak setiap hari dapat. “Ada saudara jauh yang berkecukupan, ya namanya hanya saudara kan beda,” ucapnya.

Menurut Kepala Desa Putrapinggan Juhen, sebelumnya rumah Khoer memang sempat diajukan, namun belum kebagian. “Sekarang belum ada lagi,” katanya.

Ia mengatakan, selain Khoer, di Putrapinggan juga ada beberapa yang perlu bantuan Rutilahu. “Banyak yang perlu sama program itu (Rutilahu),” ucapnya.

Dirinya sedang berusaha mencari celah untuk mendatangkan bantuan lain, salah satunya dari provinsi. “Saya juga sedih belum bisa kasih solusi lagi untuk masyarakat saya,” kata nya.(Deni Nurdiansyah)

0 Komentar