GARUT, RADARTASIK.ID – Penutupan sejumlah galian pasir di Kabupaten Garut telah menimbulkan keresahan bagi sopir truk pengangkut pasir dan batu.
Mereka yang tergabung dalam Solidaritas Sopir Dump Truck Pasir Garut menggelar aksi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Kamis, 8 Januari 2026, untuk menyampaikan keluhan mereka.
Dampak dari penutupan galian pasir di Garut ini tak hanya dirasakan oleh para sopir, tetapi juga oleh kuli batu dan pemilik kendaraan yang kini kesulitan memenuhi kewajiban finansial sehari-hari.
Baca Juga:Dari Diplomasi ke Operasi Militer: Perubahan Sikap Trump terhadap Nicolas MaduroBenarkah Harga Cat Ditentukan oleh Warna Pilihan? Ini Penjelasan Teknis yang Jarang Dibahas
Devi Andriandi, Ketua Koordinator Aksi Solidaritas Sopir Dump Truck Pasir Garut, menyatakan, aksi tersebut bertujuan untuk menyampaikan rasa frustrasi mereka akibat dampak penutupan galian pasir di Garut.
”Kami hanya ingin menyampaikan keluh kesah kami terhadap dampak penutupan galian,” ucapnya, Kamis, 8 Januari 2026.
Menurutnya, penutupan galian pasir dan batu ini membuat mereka kehilangan sumber penghasilan yang selama ini menjadi andalan.
Para sopir kini terhambat dalam membayar angsuran kendaraan yang mereka miliki, sementara kuli batu dan penggali juga merasakan dampak yang serupa.
Bahkan, sebagian besar galian yang ditutup adalah lokasi penggalian batu yang menyuplai kebutuhan lokal.
Di Garut, hanya ada dua lokasi tambang yang masih beroperasi, itupun dengan kapasitas terbatas, hanya bisa menampung 500 hingga 600 kendaraan.
Padahal, ada lebih dari 1.500 kendaraan yang bergantung pada galian tersebut.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima audiensi para sopir dan menyampaikan bahwa penghentian kegiatan penggalian pasir yang tidak memenuhi persyaratan adalah langkah yang harus diambil untuk menegakkan aturan.
Baca Juga:Pascakecelakaan Angkot Tabrak Gerobak Lotek di Garut, Bagaimana Tanggapan Organda?Relasi Kereta Api Garut–Jawa Tengah Masih Tanda Tanya, Minat Warga Tinggi tapi Kajian Ekonomi Jadi Penentu
”Kita mendapat amanat untuk menegakkan aturan,” ujar Bupati Garut.
Namun, ia juga mengakui adanya kesulitan yang dihadapi oleh para sopir dan pekerja terkait.
Bupati akan berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar para sopir bisa mendapatkan bahan yang mereka butuhkan untuk bekerja.
Dia menambahkan, masih ada peluang bagi para sopir karena dua pertambangan yang beroperasi saat ini memiliki izin yang baik dan kawasan yang lebih luas.
Bupati Garut berjanji bahwa pihaknya akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan para pemilik tambang dan pihak terkait lainnya untuk memastikan adanya prioritas bagi masyarakat Garut dalam pengelolaan galian.
