Trump disebut lebih memprioritaskan kesepakatan yang sejalan dengan agenda America First, seperti kerja sama deportasi dan kontrak minyak yang menguntungkan, dibandingkan dorongan untuk transisi demokrasi.
Namun, pada akhirnya, pandangan Rubio dan para penasihat berhaluan keras lainnya mendominasi.
Mereka meyakinkan Trump bahwa Maduro merupakan tokoh yang terlibat jaringan perdagangan narkoba dan tidak akan pernah melepaskan kekuasaan secara sukarela.
Sebaliknya, Maduro justru menganggap tekanan Washington sebagai gertakan.
Baca Juga:Benarkah Harga Cat Ditentukan oleh Warna Pilihan? Ini Penjelasan Teknis yang Jarang DibahasJaga Performa Mesin Sepeda Motor Anda dengan Perawatan Radiator yang Tepat
Sejumlah mantan ajudan dan pebisnis yang dekat dengan rezim menyebut Maduro sempat memperingatkan Trump agar tidak terpengaruh oleh Rubio, yang ia tuduh berupaya menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik berdarah dengan dalih tekanan politik dan ekonomi.
Di tengah tekanan tersebut, Maduro tetap tampil santai di ruang publik, termasuk melalui video-video hiburan pada masa liburan yang ditujukan kepada warga Amerika Serikat.
Sikap itu justru memicu kekesalan Trump, yang secara pribadi menilai Maduro tidak menunjukkan keseriusan dalam menghadapi situasi politik yang kian genting.
Puncaknya terjadi pada 23 Desember, ketika Maduro menolak tawaran terakhir untuk mengundurkan diri dan menjalani hidup di pengasingan.
Penolakan itu berujung pada operasi militer yang membawa Maduro dan istrinya keluar dari Caracas menuju tahanan Amerika Serikat.
Pascaoperasi tersebut, Trump untuk sementara bersikap lebih pragmatis dengan membuka komunikasi terhadap wakil Maduro, Delcy Rodriguez.
Para penasihat menilai Rodriguez berpotensi lebih terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
Meski demikian, kebijakan keras tetap mendominasi.
Baca Juga:Decluttering: AHM Ajak Gen-Z Ciptakan Lingkungan Lebih Hijau dan BerkelanjutanRekomendasi Dedicated Server Berbasis Data Center Indonesia
Amerika Serikat menggandakan hadiah penangkapan Maduro menjadi 50 juta dolar AS dan meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Karibia.
Di balik pernyataan resmi yang menyangkal niat pergantian rezim, para pejabat senior diketahui telah menyusun berbagai skenario untuk menyingkirkan Maduro dari kekuasaan.
Upaya terakhir agar Maduro mundur secara sukarela pada akhir Desember kembali gagal.
Rubio kemudian menegaskan bahwa Maduro telah menerima berbagai tawaran yang sangat menguntungkan, namun memilih mengabaikannya.
Keputusan tersebut, menurutnya, berujung pada konsekuensi yang akhirnya terjadi. (*)
Sumber: WSJ
