Pesan Kapolres Faruk Rozi: Menjaga Tasikmalaya, Menjaga Hati!

Faruk Rozi
Kapolres Tasikmalaya Kota, M Faruk Rozi
0 Komentar

Di situ saya melihatnya berbeda. Ia tidak ingin polisi hanya jadi mesin. Ia ingin polisi jadi penjaga suasana kota. Karena kota itu hidup. Kota itu bernapas.

Dan Tasikmalaya, dengan jalan-jalan yang tidak terlalu ramai tapi penuh cerita, butuh polisi yang tidak cuma membawa borgol—tapi juga telinga.

Ada kalimatnya yang saya garis bawahi tebal-tebal: “Lebih baik kita capek menjaga ketertiban, daripada kita sibuk menangani kerusuhan.”

Baca Juga:Belajar Move On dari Iwan Saputra!Replik Jaksa, Tuntutan Endang Juta Tetap 5 Tahun Penjara

Kalimat itu seperti menepuk pundak kita satu per satu. Ayo bantu. Ayo jaga bersama.

Besok, tongkat komando akan berpindah. AKBP Andi Purwanto datang dari Bareskrim Polri—dari jantung penegakan hukum nasional.

Kota ini akan punya gaya baru. Ritme baru. Tapi pesan Faruk masih menggantung di udara Tasikmalaya: aman itu dimulai dari hati yang tenang.

Apalagi menjelang tahun baru. Menjelang pemilu. Menjelang libur panjang. Menjelang saat-saat ketika akal sehat sering diuji seperti ujian semester yang datang tiba-tiba.

Pertanyaan itu ia tinggalkan di sini. Di kota kecil yang mulai dicintainya sebelum akhirnya harus ia tinggalkan.

Faruk tidak menggurui. Mungkin karena ia sadar: keamanan bukan sekadar tugas polisi. Itu cermin kedewasaan warganya.

Saya jadi teringat satu hal: polisi yang baik bukan yang paling keras ketika orang marah. Tapi yang paling tenang ketika semua orang kehilangan tenang.

Baca Juga:Enan Berkenan!Saat Stadion Mangunrenja Menjadi Cermin Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya!

Barangkali itu yang sedang dan akan terus—dilakukannya. Di Tasikmalaya. Dan nanti, di Klaten. Menjaga kota. Menjaga hati. Pelan-pelan. Tapi pasti. (red)

0 Komentar