TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Suasana halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya berubah riuh usai salat Jumat (2/1/2026).
Bukan oleh pidato atau seremoni, melainkan antrean panjang warga yang menunggu pembagian makanan gratis.
Lebih dari 2.000 nasi box dibagikan oleh Al-Mumtaz dalam program Sedekah Jumat, ditambah aneka kudapan ringan seperti bakso dan es buah.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Kota Konsolidasi Internal: Puluhan Personel Naik Pangkat, Jabatan Kunci BergantiPagi Hari Awal Tahun Tanpa di Meja Dinas, ASN Kota Tasikmalaya Diajak Lari
Dalam waktu singkat, jamaah dan warga sekitar memenuhi area masjid, menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus antusiasme masyarakat.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari rangkaian aksi sosial Al-Mumtaz yang sebelumnya menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Kali ini, fokus diarahkan langsung ke masyarakat Kota Tasikmalaya.
Ketua Umum Al-Mumtaz, Ustaz Hilmi Afwan, menegaskan bahwa Sedekah Jumat bukan agenda insidental.
Program tersebut, kata dia, dijalankan secara berkelanjutan dari dana infaq dan sedekah para donatur.
“Ini bukan kegiatan sekali jalan. Dana yang terkumpul kami salurkan kembali dalam bentuk yang paling dibutuhkan masyarakat. Kadang sayur segar, kadang sembako, dan kali ini makanan siap santap,” ujarnya.
Pemilihan Masjid Agung sebagai lokasi juga bukan tanpa alasan.
Menurut Ustaz Hilmi, masjid menjadi titik temu masyarakat lintas latar belakang, sehingga manfaat program bisa dirasakan lebih luas, khususnya oleh jamaah dan warga yang sedang kesulitan ekonomi.
Pantauan di lapangan, pembagian berlangsung tertib dengan bantuan relawan.
Sasaran penerima mencakup jamaah salat Jumat, warga sekitar, hingga kelompok rentan yang datang bersama anak-anak mereka.
Baca Juga:Gerindra Kota Tasikmalaya Dorong Kepedulian Lingkungan di Tengah BencanaWali Kota Tasikmalaya Jangan Duduk Manis Terima Laporan ABS Soal Penggalian Retribusi Parkir
Salah satunya Ati Rahmawati (45), warga Nagarawangi, Kota Tasikmalaya, yang sehari-hari mengumpulkan barang bekas. Ia datang bersama dua anaknya dan mengaku bantuan tersebut sangat berarti.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa makan tanpa harus mikir biaya. Anak-anak senang, saya juga lega,” tuturnya.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, aksi Sedekah Jumat Al-Mumtaz menjadi gambaran nyata solidaritas sosial di Kota Tasikmalaya.
Bukan sekadar berbagi makanan, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan—sesuatu yang sering kali lebih mahal dari sekotak nasi. (rls/rezza rizaldi)
