TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Memasuki awal 2026, Polres Tasikmalaya Kota langsung melakukan konsolidasi internal.
Bukan sekadar rutinitas institusi, momentum ini menjadi penanda arah organisasi: penyegaran struktur, penegasan tanggung jawab, dan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan keamanan di Kota Tasikmalaya.
Dalam satu rangkaian kegiatan, Jumat (2/1/2026), Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi memimpin upacara kenaikan pangkat sekaligus serah terima jabatan (sertijab) sejumlah posisi strategis.
Baca Juga:Pagi Hari Awal Tahun Tanpa di Meja Dinas, ASN Kota Tasikmalaya Diajak LariGerindra Kota Tasikmalaya Dorong Kepedulian Lingkungan di Tengah Bencana
Dua agenda ini menjadi simbol bahwa kinerja dan kepercayaan institusi berjalan seiring, namun juga dibarengi konsekuensi yang tak ringan.
Sebanyak 78 personel Polri dan 2 PNS Polres Tasikmalaya Kota resmi menyandang pangkat baru.
Kenaikan ini mencakup berbagai jenjang, mulai dari perwira hingga bintara.
Bagi institusi, pangkat bukan sekadar garis di pundak, tetapi alarm tanggung jawab yang makin keras berbunyi.
Kapolres menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan hadiah seremonial tahunan.
Menurutnya, setiap jenjang baru harus dibayar dengan peningkatan disiplin, profesionalisme, dan kinerja nyata di lapangan—terutama dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Tasikmalaya.
“Pangkat adalah amanah. Ia menuntut dedikasi, loyalitas, dan keberanian mengambil tanggung jawab lebih besar, terutama dalam melayani masyarakat,” tegas AKBP Moh Faruk Rozi dalam amanatnya.
Di waktu yang sama, Polres Tasikmalaya Kota juga melakukan rotasi jabatan strategis, meliputi Kabag Log, Kasat Intelkam, Kapolsek Ciawi, dan Kapolsek Manonjaya.
Kabaglog Kompol Irwan Alexander diganti Kompol Erustiana, Kasat Intel AKP Aep Nano diganti AKP Widi, Kapolsek Manonjaya AKP Endang Wijaya diganti AKP Soni Alamsyah dan Kapolsek Ciawi AKP Mahmud diganti AKP Endang Wijaya.
Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Jangan Duduk Manis Terima Laporan ABS Soal Penggalian Retribusi ParkirRefleksi Malam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya: dari Keramaian HZ Mustofa Menuju Doa Bersama
Pergantian ini merujuk pada keputusan Kapolda Jawa Barat serta bagian dari pola pembinaan karier dan penyegaran organisasi.
Rotasi tersebut, menurut Kapolres, bukan sekadar formalitas administrasi.
Ia menjadi instrumen untuk menjaga dinamika organisasi agar tidak stagnan, sekaligus memastikan setiap lini kepemimpinan tetap adaptif terhadap tantangan keamanan dan pelayanan publik yang terus berubah.
“Mutasi adalah kebutuhan organisasi. Tujuannya jelas: penyegaran, peningkatan kinerja, dan menjaga profesionalisme aparat dalam memberikan perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat,” tegasnya.
