Pagi Hari Awal Tahun Tanpa di Meja Dinas, ASN Kota Tasikmalaya Diajak Lari

Tasik Gemas Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan beserta jajarannya dan komunitas menyapa warga saat menggulirkan Tasik Gemas, Jumat (1/1/2026). diskominfo for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Tahun 2026 dibuka Pemerintah Kota Tasikmalaya bukan dengan rapat panjang di balik meja, melainkan dengan keringat.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan memimpin langsung lari pagi bersama ASN, komunitas, hingga anggota dewan, Jumat (2/1/2026), sebagai penanda dimulainya Gerakan Masyarakat Sehat (Tasik Gemas).

Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dari Bale Kota menuju sebuah kafe di Jalan dr Soekardjo, dengan pendamping lengkap mulai dari Sekretaris Daerah, seluruh pejabat JPT Pratama, para kepala bagian, hingga camat.

Seragamnya satu: pakaian olahraga.

Setelan dinas tampaknya masih diberi waktu istirahat.

Baca Juga:Gerindra Kota Tasikmalaya Dorong Kepedulian Lingkungan di Tengah BencanaWali Kota Tasikmalaya Jangan Duduk Manis Terima Laporan ABS Soal Penggalian Retribusi Parkir

Viman menyebut Tasik Gemas bukan sekadar agenda Jumat pagi ASN, melainkan gerakan bersama untuk membangun kesadaran hidup sehat masyarakat Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, olahraga harus menjadi kebiasaan, bukan seremoni tahunan yang berhenti di spanduk.

“Gemas ini gerakan masyarakat sehat. Intinya mengajak warga sadar olahraga, sadar kesehatan, preventif dan promotif,” ujar Viman.

Tak hanya ASN, lari pagi ini juga diikuti komunitas lari, notaris, anggota DPRD, dan masyarakat umum.

Rute dibagi sesuai kemampuan, mulai 3 kilometer, 5 kilometer, hingga 8 kilometer. Start dan finis tetap bersama, simbol bahwa sehat tak harus seragam, tapi niatnya sama.

Viman sendiri memilih rute 8 kilometer. Sementara kepala dinas dan peserta lain menyesuaikan kemampuan.

“Ada yang 3 kilo, ada yang 5, ada yang 8. Yang penting bergerak,” katanya, seolah menegaskan bahwa yang berat bukan jaraknya, tapi kemauan memulai.

Lebih jauh, Tasik Gemas dirancang berkelanjutan.

Baca Juga:Refleksi Malam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya: dari Keramaian HZ Mustofa Menuju Doa BersamaMalam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya, Ribuan Pejalan Kaki Padati Jalur HZ Mustofa 

Setiap Jumat tetap menjadi hari olahraga, namun konsepnya akan di-mix dengan kegiatan sosial, kesehatan, hingga ekonomi.

Dari donasi, edukasi kesehatan, penanganan stunting, sampai pencetakan atlet dan pengembangan industri olahraga.

“Kalau olahraga industrinya jalan, ekonomi ikut bergerak. Ada pemberdayaan, ada perputaran ekonomi,” beber Viman.

Ia menegaskan Tasik Gemas bukan program protokoler yang berhenti di foto bersama.

Gerakan ini terbuka untuk semua warga, di mana pun titik kumpulnya. Bale Kota hanyalah awal, bukan pusat segalanya.

“Ini bukan program intervensi formal. Ini kebiasaan. Sehat itu 45 menit sehari, tujuh kali seminggu,” tambahnya.

0 Komentar