SOP Jukir Masih Lemah dan Pengawasan Minim, DPRD Soroti Tata Kelola Parkir Kota Tasikmalaya

SOP juru parkir Kota Tasikmalaya masih lemah
Jukir sedang merapikan motor yang parkir di simpang tiga Pasar Mambo Jalan HZ Mustofa-Cihideung Kota Tasikmalaya. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Dari sisi keuangan, Kepler menyebut transparansi pengelolaan parkir masih menjadi persoalan utama.

Ia mempertanyakan alur setoran parkir, peran pengawas, hingga fungsi koordinator dalam pelaporan keuangan.

“Uang parkir setelah diterima jukir itu ke mana? Pengawas posisinya di mana? Koordinator perannya apa? Ini harus jelas agar masyarakat percaya uang yang dibayarkan benar-benar masuk ke kas daerah,” tambahnya.

Baca Juga:Ketika Pemerintah Kota Tasikmalaya Telat Bayar: Siapa yang Menanggung Bunga Bank Kontraktor? Akses ke HZ Mustofa Ditutup Pukul 16.00 Sore ini, Padayungan Pukul 21.00: Malam Tahun Baru di Kota Tasikmalaya

Sebagai solusi, ia mengusulkan skema setoran langsung ke bank oleh jukir untuk memotong rantai birokrasi dan menutup celah kebocoran.

“Kalau langsung setor ke bank dan ada bukti, itu jauh lebih transparan. Birokrasi dipotong, kebocoran bisa diminimalkan,” sarannya.

Terkait rencana setoran parkir harian pada 2026, DPRD pada prinsipnya mendukung.

Namun, Kepler mengingatkan pentingnya sosialisasi masif dan evaluasi berkala agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan masalah baru.

“Semua program sekarang memang berjalan. Tapi sebulan ke depan harus ada evaluasi. Januari nanti mulai setor harian, itu juga harus dievaluasi,” jelasnya.

Ia menegaskan kembali bahwa kunci keberhasilan seluruh kebijakan parkir terletak pada transparansi dan konsistensi pelaksanaan aturan.

“Kalau SOP jalan, pengawasan jalan, dan keuangan transparan, jukir yang tidak patuh pasti ketahuan,” tandasnya.

Kepler juga mengingatkan Dishub agar menjadikan hasil kajian independen potensi pendapatan parkir yang telah dibiayai pemerintah sebagai dasar utama penetapan target dan arah kebijakan.

Baca Juga:Ketua MUI Kota Tasikmalaya Ajak Warga Isi Pergantian Tahun dengan Doa dan Kepedulian SosialTahun Berganti, Tagihan Masih Menanti: Pembayaran Pihak Ketiga Diminta Sabar Hingga Tahun Berganti!

“Kajian itu untuk mengetahui potensi riil parkir per tahun. Itu harus jadi dasar, jangan jalan tanpa pijakan,” ujarnya.

Meski demikian, DPRD mendorong seluruh program inovasi penggalian potensi retribusi parkir tetap dilanjutkan dengan catatan dilakukan evaluasi rutin setiap bulan.

“Lanjutkan saja programnya. Nanti tiap bulan kami evaluasi. Semua ini untuk meningkatkan potensi pendapatan parkir Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (rezza rizaldi)

0 Komentar