PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Jumlah warga miskin di Kabupaten Pangandaran hingga bulan Oktober lalu, mencapai angka puluhan ribu.
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahraan Sosial (DTKS) yang dialihkan ke Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran, jumlah individu warga miskin yang masuk desil 1 mencapai 40.753 jiwa.
Sementara data warga msikin masuk desil 1 berdasarkan jumlah keluarga mencapai 16.056. Jumlah tersbut sangat dinamis, karena sewaktu-waktu bisa berubah.
Baca Juga:Jabar Tertinggi Realisasi Kredit Perumahan, Moratorium Izin oleh KDM Disorot Pemerintah PusatSatu Nama Masuk Dua Kandidat Eselon II karena Berdasarkan Rumpun dan Manajemen Talenta
Menurut Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran Ruhendi, mereka yang masuk kedalam Desil 1 ini diprioritaskan untuk mendapatkan beberapa bantuan seperti PKH, BPNT, BPJS gratis, BLT Kesra dan lain-lain.
“Jadi data dari DTSK ke DTSEN ini baru bulan Juni, jadi istilahnya kita masih bersih-bersih data,” ungkapnya kepada Radar belum lama ini.
Ia mengatakan bahwa yang mengolah data tersebut adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran, sementara Dinas Sosial dan PKH melakukan verifikasi lapangan.
“Jadi untuk olah data dilakukan oleh BPS, biasanya dilihat dari kelayakan rumah, kepemilikan aset, pola konsumsi, akses kebutuhan dasar dan lain-lain,” katanya.
Menurut dia, sejauh ini belum ada program khusus untuk pengentasan kemsikinan di Pangandaran.”Ya baru ada dari pusat sja, seperti PKH, BPNT,” katanya.
Kata dia, untuk penerimaan dana bantuan dari pusat tersebut tergantuang pada pendataan oleh pendamping PKH hingga tingkat desa. (Deni Nurdiansah)
