RADARTASIK.ID – Mobil listrik bekas di Indonesia kini semakin diminati. Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik, banyak unit bekas yang mulai beredar dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan versi barunya.
Selama kondisi kendaraan masih terjaga, mobil listrik bekas tetap aman digunakan untuk kebutuhan harian, baik di dalam kota maupun perjalanan jarak menengah.
Hal ini tentu menjadi peluang menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus mengeluarkan bujet besar.
Baca Juga:Rating Drama Korea Moon River Meroket Jelang Episode Terakhir Malam IniRekomendasi Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Lebih dari 500 KM dan Tips Penting Berkendara
Namun, membeli mobil listrik bekas tentu membutuhkan perhatian ekstra. Meski layak dibeli, ada beberapa aspek krusial yang wajib diperiksa agar konsumen tidak salah langkah.
Berikut panduan aman memilih mobil listrik bekas yang bisa menjadi acuan sebelum memutuskan membeli.
1. Cek Status of Health (SOH) Baterai adalah Kunci Utama
Hal paling penting saat membeli mobil listrik bekas adalah status of health (SOH) baterai. Baterai merupakan komponen termahal sekaligus jantung dari mobil listrik.
SOH menunjukkan tingkat kesehatan baterai dalam persentase. Semakin mendekati 100 persen, semakin optimal performa dan daya tahannya.
Idealnya, mobil listrik bekas yang layak dibeli memiliki SOH baterai dalam kategori baik, terutama jika masih di atas 90 persen.
Mobil listrik yang berusia dua tahun umumnya masih memiliki SOH mendekati 100 persen.
Bahkan, dengan penggunaan dan pola pengisian daya yang tepat, baterai bisa tetap prima hingga lima tahun atau lebih.
2. Wajib Dibawa ke Bengkel Resmi Sebelum Membeli
Baca Juga:Ji Sung dan Park Hee Soon Hadirkan Pertarungan Keadilan vs Korupsi di Drakor The Judge ReturnsKim Jae Won Jadi Kandidat Pemeran Utama Drakor My Relationship That I Also Oppose
Salah satu langkah paling aman adalah membawa mobil listrik bekas ke bengkel resmi sebelum transaksi dilakukan.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan:
– Kondisi SOH baterai
– Tidak ada error pada sistem kelistrikan
– Software dan modul kendaraan berfungsi normal
Pengecekan profesional akan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi mobil, sehingga pembeli bisa menilai apakah harga yang ditawarkan sepadan dengan kondisi kendaraan.
3. Perhatikan Riwayat Pemakaian Kendaraan
Riwayat penggunaan mobil listrik sangat berpengaruh terhadap usia baterai. Mobil listrik bekas eks armada taksi, misalnya, biasanya mengalami penurunan SOH lebih cepat karena digunakan secara intensif dan sering memakai fast charging.
