Joao Mario Minta Dijual, Juventus Incar Pierre-Emile Hojbjerg

Pierre-Emile Hojbjerg
Pierre-Emile Hojbjerg Foto: Instgram@hojbjerg23
0 Komentar

Menurut La Gazzetta dello Sport, Højbjerg menjadi kandidat nomor satu Juventus jelang bursa Januari.

Namun, negosiasi dipastikan tidak mudah. Marseille menganggapnya sebagai pemain sentral dalam proyek mereka.

Pelatih Roberto De Zerbi bahkan menegaskan posisinya: Højbjerg adalah wakil kapten, figur dengan karisma dan kepribadian kuat, serta “tidak akan pindah” menurut pernyataannya kepada Sportitalia.

Baca Juga:Desember 1899: Kelahiran AC Milan, Klub Besar yang Awalnya Cuma Punya Fans 50 OrangNapoli vs AC Milan: Conte Bawa Lukaku, Allegri Tinggalkan Santiago Gimenez

Meski demikian, bursa transfer kerap menghadirkan kejutan dan Juventus juga masih memantau alternatif lain, termasuk Davide Frattesi.

Gelandang Inter Milan itu kesulitan mendapatkan menit bermain reguler dan bisa mempertimbangkan pindah demi peluang tampil konsisten, terlebih menjelang Piala Dunia.

Nama lain yang masuk radar adalah Marco Palestra, meski posisinya sebagai bek kanan membuatnya tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan permainan tim.

Di tengah dinamika transfer, Juventus mendapat kabar positif dari perkembangan Kenan Yildiz.

Pemain muda asal Turki itu terus menunjukkan progres signifikan dan kini semakin menjadi pusat proyek Spalletti.

Kontrak Yildiz masih panjang, tetapi pembicaraan soal penyesuaian gaji mulai mengemuka.

Saat ini, Yildiz menerima gaji sekitar €1,5 juta per musim atau setara Rp26 miliar. Juventus disebut siap menaikkan nilai tersebut mendekati level tertinggi di skuad, yakni sekitar €6 juta per musim (sekitar Rp104 miliar).

Baca Juga:Jurnalis Italia: Dumfries Paksa Inter Terjun ke Bursa Transfer, Tiga Kritik untuk Conte Jelang Napoli vs MilanDiperintahkan Pengadilan Bayar Kylian Mbappe 1 Triliun, PSG Akan Ajukan Banding

Dengan minat serius dari klub-klub elite seperti Liverpool, Real Madrid, dan Chelsea, Juventus ingin bergerak cepat agar tidak kehilangan salah satu aset paling berharga mereka.

Menjelang Januari, Bianconeri jelas dihadapkan pada keputusan penting: merelakan Joao Mario demi fleksibilitas finansial, sembari mencoba mendatangkan sosok berpengaruh seperti Højbjerg untuk memperkuat ambisi mereka kembali ke jalur juara.

0 Komentar