Formabata Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Persatuan dan Pelestarian Budaya

komitmen Formabata dalam persatuan suku di Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra menyerahkan pataka kepada kepada Ketua Umum Formabata periode 2025–2030, Slamet Purba di Gedung Juang 45, Minggu (30/11/2025). rezza rizaldi / radar tasikmalaya 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pengurus Forum Masyarakat Batak Tasikmalaya (Formabata) periode 2025–2030 resmi dilantik di Gedung Juang 45, Kecamatan Tawang, Minggu 30 November 2025.

Ketua Umum Formabata 2025–2030, Slamet Purba, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada upaya memperkuat persatuan lintas suku di Kota Tasikmalaya.

Ia menyampaikan bahwa Formabata ingin berperan aktif dalam pembangunan sosial-kemasyarakatan di daerah.

Baca Juga:Dalami Kasus Penyekapan, Polres Tasikmalaya Kota Bakal Lakukan Visum Terhadap KorbanSambil Menangis, Ayah Gadis Korban Penyekapan di Kota Tasikmalaya Beberkan Kekejaman Terduga Pelaku

“Rencana Formabata ke depan adalah mempersatukan semua suku agar kita bersatu di Kota Tasikmalaya tanpa perbedaan, dengan satu tujuan membangun kota ini. Di mana kita berpijak, di situ langit dijunjung, itu prinsip kami,” katanya.

Slamet menegaskan pihaknya siap berkontribusi bersama masyarakat Batak yang tinggal di Kota Tasikmalaya.

“Kami ingin Kota Tasikmalaya menjadi kota terbaik, kota yang bisa dibanggakan seluruh warganya,” terangnya.

Terkait pelestarian budaya, Slamet memastikan Formabata akan aktif mengenalkan budaya Batak dalam ruang-ruang sosial di Tasikmalaya.

“Budaya Batak itu mempersatukan. Kami siap memperkenalkannya tanpa menimbulkan perbedaan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra yang hadir dalam pelangikan tersebut, mengapresiasi kehadiran Formabata sebagai wadah pemersatu.

Ia menekankan bahwa perbedaan suku dan latar belakang adalah anugerah yang harus dijaga dengan sikap saling melengkapi.

Baca Juga:Kirim Lokasi ke Ibu, Remaja Cibeureum Berhasil Diselamatkan dari Dugaan PenyekapanPersikotas Kunci Kemenangan 2-0, Peluang ke Final Liga 4 Makin Terbuka

“Kenapa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda? Itu sinyal bahwa kita harus saling mengisi. Bayangkan kalau semuanya sama, sampai nama pun Soleh semua, pasti bingung,” ujarnya berkelakar.

Diky menegaskan bahwa perbedaan jangan menjadi pemicu pertikaian.

“Justru di situlah kita diuji untuk bekerjasama. Dalam Pancasila ada Persatuan Indonesia. Kita memang harus bersatu untuk membangun sesuatu,” tuturnya.

Ia berharap Formabata dapat memperkuat konsolidasi internal dan berkolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah.

“Semoga Formabata ikut mewujudkan Kota Tasikmalaya yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya. (Rezza Rizaldi)

0 Komentar