TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pembangunan kompleks Rumah Dinas Wali Kota Tasikmalaya di Jalan Letnan Harun, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, kembali digarap setelah lama tertunda. Proyek yang mulai dibangun sejak 2019 itu baru diperkirakan rampung pada tahun 2027.
Dari gambaran tersebut, sebagai Wali Kota Tasikmalaya periode 2025–2030, Viman Alfarizi Ramadhan baru bisa menempatinya di pertengahan masa jabatannya. Ke depannya, kepala daerah tidak perlu lagi sewa rumah dinas atau ngontrak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menyebut pembangunan rumah dinas kini sudah kembali berjalan. Tahap yang sedang dikerjakan tahun ini difokuskan pada pembangunan pendopo, pagar, dan benteng, dengan anggaran mencapai Rp2,6 miliar.
Baca Juga:Rotasi Mutasi ASN di Kota Tasikmalaya Sisakan Tanya, Murni Hasil Kajian?Palu, Janji dan Pokir! Cerita di Balik Disepakatinya Pinjaman Bupati Tasikmalaya Rp 230 Miliar
“Beres Desember. Kemarin kebetulan udah dicor semua, pagernya sudah, benteng sudah. Kita terus cek bangunan itu. Sekitar 20 Desember sudah beres. Enggak semua, hari ini kan pendoponya saja, karena supaya bisa digunakan melayani masyarakat,” ujar Hendra, Senin (3/11).
Ia menambahkan, pembangunan pendopo menjadi prioritas karena dapat segera difungsikan sebagai ruang pelayanan publik dan kegiatan resmi pemerintahan, meski rumah dinas secara keseluruhan belum selesai.
“Untuk di dalamnya belum, ya tahun 2027 bisa diisi,” katanya.
Rumah dinas ini sejatinya mulai dibangun pada 27 September 2019, di masa kepemimpinan Wali Kota Budi Budiman.
Bangunan itu berdiri di atas lahan seluas 7.100 meter persegi di Jalan Letnan Harun, yang sejak awal dirancang sebagai kompleks terpadu berisi rumah dinas, pendopo, ruang sekretaris pribadi, serta fasilitas penunjang lainnya.
Proyek tersebut sempat direncanakan menelan biaya sekitar Rp20 miliar dan akan dikerjakan bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Namun, pandemi Covid-19 yang melanda awal 2020 membuat sejumlah proyek infrastruktur ditunda, termasuk pembangunan rumah dinas wali kota ini.
Selama beberapa tahun, bangunan itu sempat mangkrak. Hanya sebagian struktur utama dan pondasi yang berdiri, tanpa pagar maupun benteng pelindung.
Baca Juga:Sistem Drainase Kota Buruk, Pemkot Tasikmalaya Tak Juga PekaRetak Halus Birokrasi di Kota Tasikmalaya, Kepala Dinas Tak Diajak Diskusi Soal Pelantikan Pegawai
“Makanya tahun ini kita lanjutkan dulu bagian yang paling penting: pendopo, pagar, dan benteng. Dulu kalau tidak ada pagar, pekerja juga sering kehilangan alat seperti pompa,” ujar Hendra.
