MBG di Tasikmalaya Terus-terusan Gaduh, Ini Peran Penting Pemerintah Daerah Menurut BGN

menu MBG di Kadipaten
Tangkapan layar menu MBG di Kadipaten yang dikeluhkan ibu-ibu.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pernah menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam rapat koordinasi daring bersama Kementerian Dalam Negeri pada Mei 2025, ia menjelaskan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga ditentukan oleh kontribusi pemda.

Menurutnya, ada tiga peran strategis yang bisa dilakukan daerah. Pertama, menyediakan infrastruktur Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) sebagai dapur umum atau pusat kegiatan memasak.

Baca Juga:DLH Kota Tasikmalaya Gencarkan Patroli TPS Liar, Ajak Warga Sadar Membuang Sampah!Ratusan Sekolah Penerima BOS Kinerja di Priangan Timur Jadi Prioritas Pembelajaran Coding dan AI

Kedua, memanfaatkan potensi sumber daya lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk program MBG.

Dadan mencontohkan, setiap SPPG rata-rata melayani sekitar tiga ribu penerima manfaat, sehingga kebutuhan harian bahan pangan seperti beras, telur, daging ayam, sayuran, susu, dan buah sangat besar.

“Jadi ini adalah potensi ekonomi daerah yang bisa dikembangkan dengan hadirnya program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Ketiga, pemda bersama BGN dapat menyalurkan program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui keterlibatan kader Posyandu. Untuk memperkuat peran mereka, BGN juga menyiapkan insentif bagi kader yang terlibat dalam distribusi.

“Kami ingin padukan satu dengan yang lainnya sehingga penyaluran ini bisa tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Dadan. (red)

0 Komentar