Gian Piero Gasperini: Ahli Taktik Hebat yang Gagal Raih Scudetto karena Inter Milan

Gian Piero Gasperini
Ekspresi Gian Piero Gasperini setelah Atalanta berhasil meraih Juara Liga Eropa usai mengalahkan Bayer Leverkusen 3-0, Kamis, 23 Mei 2024. (UEFA Europa League/X)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Media Italia menganggap Gian Piero Gasperini sebagai ahli taktik hebat yang gagal meraih scudetto karena Inter Milan tampil perkasa di akhir musim ini.

Secara metematis, Atalanta dianggap resmi tersingkir dari perburuan Scudetto usai menelan kekalahan 1-0 dari Fiorentina pekan lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa Gian Piero Gasperini yang dikenal sebagai ahli strategi di lapangan, belum sepenuhnya berhasil dalam mengelola komunikasi di momen krusial musim ini.

Baca Juga:Bantuan yang Sudah Mulai Cair Setelah Lebaran, Simak Juga Jadwal dan Syarat Pencairan PKH Tahap 2OPPO Find X8 Ultra Resmi Meluncur: Begini  Spesifikasi Dan Fitur Unggulannya

Selama sembilan tahun di Atalanta, Gasperini telah mengangkat klub dari sekadar tim papan tengah menjadi langganan Liga Champions.

Ia bahkan sempat bermimpi membawa La Dea meraih Scudetto usai meraih kesuksesan di Liga Europa.

Walalupun kapasitasnya sebagai pelatih tak perlu dipertanyakan, kekalahan dari Fiorentina jelas menjadikan impian scudetto Atalanta hanya menjadi bagian dari sejarah yang hilang.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa pernyataan Gasperini justru menimbulkan efek kontraproduktif.

Saat Atalanta masih bersaing dengan Inter dan Napoli, ia melontarkan komentar kontroversial yang membuat timnya seperti kehilangan semangat untuk bersaing hingga tetes darah penghabisan.

“Lookman adalah salah satu pengambil penalti terburuk yang pernah saya lihat,” kata Gasperini beberapa waktu lalu.

Ia juga memberikan sinyal bergabung dengan AS Roma musim depan, kalimat yang jelas memadamkan motivasi anak asuhnya.

Baca Juga:Daftar KPM yang Kehilangan Bantuan PKH dan BPNT 2025: Apa yang Perlu Diketahui?Cara Meningkatkan Performa Gaming di HP Infinix Tanpa Root, Dijamin Lebih Lancar!

“Saya tidak akan memperbarui kontrak dengan Atalanta, saya bisa saja pergi pada Juni. Siapa yang tidak ingin melatih Roma? Klub ini hebat, luar biasa, dan memiliki pendukung yang luar biasa,” ujar Gasperini beberapa waktu lalu.

Gasperini memang dikenal tegas, baik terhadap media maupun pemain. Namun, pertanyaannya: apakah waktu penyampaian pernyataan tersebut tepat?

Bisa jadi, Gasperini melihat Atalanta tetap akan kesulitan menyaingi Inter yang seperti mesin penggilas.

“Mimpi Scudetto sudah berakhir bersama Inter,” ungkapnya usai kekalahan di Florence.

Namun, banyak penggemar di Bergamo merasa pelatih bisa menangani situasi ini dengan pendekatan berbeda.

Ketegangan ini bahkan memuncak di Zingonia setelah kasus Lookman, di mana Gasperini dan sang striker Nigeria sempat berhadapan langsung di hadapan manajemen klub.

0 Komentar